Pilu Rakyat pada Sang Pongah

Husnul Hidayati Annajmi (Mahasiswa KPI, UIN Imam Bonjol Padang)

Aku, sedang sakit dipuruk sendu
Ditancap gas air mata yang pilu
Berteriak tanpa khawatir pita suara pecah kala itu
Bersama seorang remaja berseragam putih abu-abu

Aku, diserang sukma yang kaku
Beranjak ke sebuah toko penjual janji palsu
Di sudut dinding aku bersembunyi menyambut tawa sang penipu
Padaku, bangsaku, tumpah darahku

Aku, sang penakluk jalan di kala ramai menerobos pagar keadilan
Di persimpangan jalan terhenti dengan tangisan
Meratap penuh harap pada tuan dan puan
Yang sedang duduk di kursi kejayaan.

Aku, si pendendam pada kebohongan
Yang dijajakan di sepanjang jalan ratapan
Takkan padam, sampai asa mencapai puncak kewajaran

Aku, bukan wakil rakyat yang pongah
Dan aku, hanya wakil rasa dari rakyat yang penuh harap dan berdoa menengadah

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Diam Bukan Solusi

Next Post

Hikmah Peristiwa Besar Umat Islam di Bulan Ramadan

Related Posts

Sekedar Rayu

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre Teruntuk dia yang selalu merayu di sela bisukuTeruntuk dia yang selalu merayu…
Selengkapnya

Jujur dan Ungkapkan

Oleh : Nur Apdila (Anggota Teater Imam Bonjol) Hati kian menjemu dalam diamMasih bertahan pada ego masing-masing kitaBingung…
Selengkapnya
Total
0
Share