Suarakampus.com- Mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab (PM) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, Marisa Rahmawati berhasil menjadi lulusan terbaik tahun 2026 berkat konsistensi, kedisiplinan, dan kerja keras selama menjalani perkuliahan. Pencapaian tersebut juga didukung doa orang tua, bimbingan dosen, serta keaktifannya dalam berbagai kegiatan di kampus, Rabu (29/07).
Marisa mengaku tidak menyangka akan dinobatkan sebagai lulusan terbaik karena sejak awal dirinya hanya berusaha menjalani setiap proses perkuliahan dengan maksimal. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, bahagia, dan terharu karena tidak pernah menyangka akan dinobatkan sebagai lulusan terbaik,” ujarnya.
Baginya, predikat lulusan terbaik bukan sekadar penghargaan akademik, melainkan bukti bahwa usaha, doa, dan kedisiplinan akan membuahkan hasil. “Pencapaian ini adalah hadiah untuk kedua orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan serta mendukung saya,” ungkapnya.
Marisa mengatakan motivasi terbesarnya berasal dari keluarga sederhana yang selalu menanamkan pentingnya pendidikan, kerja keras, dan tanggung jawab sejak kecil. “Saya ingin membanggakan kedua orang tua dan membalas semua pengorbanan mereka melalui hasil terbaik yang saya capai,” katanya.
Menurut Marisa Rahmawati, konsistensi, disiplin, dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam mempertahankan prestasi selama kuliah. “Saya selalu mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, mengerjakan tugas tepat waktu, serta membuat skala prioritas agar semua tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar selama kuliah adalah mengatur waktu dan melawan rasa malas, terutama ketika tugas, organisasi, dan penyusunan skripsi datang bersamaan. “Saya selalu mengingat tujuan awal kuliah, yaitu membanggakan orang tua dan menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik,” tuturnya.
Selama menjadi mahasiswa, Marisa aktif mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan yang membantunya mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta manajemen waktu. “Pengalaman di luar akademik membentuk karakter dan menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Ia menilai pencapaian paling membanggakan selama kuliah adalah ketika dinobatkan sebagai lulusan terbaik setelah melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan. “Predikat ini menjadi bukti bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Dalam menjalani berbagai aktivitas, Wisudawan PM ini selalu menerapkan skala prioritas agar perkuliahan dan kegiatan organisasi tetap berjalan seimbang. “Saya berusaha menyelesaikan tugas sedini mungkin agar tidak menumpuk dan tetap memiliki waktu untuk belajar maupun beristirahat,” jelasnya.
Marisa menyebut kedua orang tua, dosen, dan teman-temannya sebagai sosok yang paling berperan dalam keberhasilannya menyelesaikan studi. “Semua doa, dukungan, dan bimbingan mereka menjadi kekuatan terbesar bagi saya hingga bisa berada di titik ini,” sebut Marisa.
Lebih lanjut, Marisa berharap dapat mengembangkan kemampuan melalui dunia kerja sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi apabila diberi kesempatan. “Saya ingin terus belajar, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan semoga Allah memudahkan langkah saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg)