Suarakampus.com-Rektor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang mengevaluasi sistem pembinaan mahasiswa berprestasi setelah kontingen UIN IB meraih 42 prestasi dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV se-Sumatera di UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (3/10).
Rektor UIN IB, Martin Kustati Rektor mengapresiasi capaian kontingen UIN IB. Menurutnya, capaian itu memperlihatkan potensi mahasiswa UIN IB dalam berkompetisi di tingkat regional.
“42 prestasi adalah titik awal untuk membangun tradisi prestasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia menilai, kemampuan mahasiswa tidak hanya terlihat dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga seni, olahraga, kreativitas, komunikasi, kepemimpinan, serta bidang lainnya.
Kata dia, kampus perlu mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh dengan mengenali talenta, karya, dan kontribusi bagi masyarakat.
“Kampus tidak boleh hanya bertanya berapa IPK mahasiswa. Kita juga harus melihat talenta dan karya mahasiswa,” katanya.
Rektor Evaluasi Sistem Pembinaan
Meski mengapresiasi capaian, Martin menilai 42 prestasi perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan mahasiswa.
Ia menyebut, empat hal perlu diperhatikan, diantaranya:
- Kampus perlu memetakan cabang atau bidang yang menjadi kekuatan UIN IB sekaligus bidang yang masih perlu diperkuat.
- Persiapan kompetisi perlu dilakukan lebih awal dan terencana. Pembinaan tidak seharusnya baru dimulai ketika kompetisi sudah mendekat.
- Kampus perlu memperkuat kualitas pelatih dan pembina, fasilitas, pendanaan, serta sistem pendampingan. Menurutnya, kompetisi tingkat regional hingga nasional semakin kompetitif sehingga mahasiswa berbakat membutuhkan sistem pembinaan profesional.
- Kompetisi perlu didokumentasikan dan dievaluasi. Pengalaman mahasiswa yang telah mengikuti kompetisi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kontingen berikutnya.
“Prestasi mahasiswa harus menjadi knowledge institution. Sebagai modal bagi kontingen berikutnya,” sebutnya.
Siapkan Talent Pool Mahasiswa Berprestasi
Sebagai langkah lanjutan, kampus menyiapkan pembinaan berbasis talenta bagi mahasiswa berprestasi. Mahasiswa yang menunjukkan prestasi akan diidentifikasi dan diarahkan masuk dalam talent pool.
Pembinaan mencakup pemetaan bakat, latihan rutin, coaching, peningkatan kualitas pembina, fasilitas latihan, simulasi kompetisi, serta penguatan jejaring dengan perguruan tinggi dan lembaga lain.
Pimpinan UIN IB menegaskan, kampus harus menemukan potensi mahasiswa sejak awal dan memberikan pembinaan berkelanjutan.
“Jangan hanya mencari mahasiswa saat ada perlombaan. Temukan potensinya sejak awal, bina, dan dampingi,” tegasnya.
Ia berharap 42 prestasi PKM IV menjadi budaya keunggulan di UIN IB.
“Jadilah JUARA sebelum menjadi pemenang, dengan menjunjung Jujur, Unggul, Aktif, Rajin, dan Amanah,” ujarnya. (rar)
Wartawan : Redaksi