Sebanyak 10 Mahasiswa UIN IB Ikuti KKN Melayu Serumpun Aceh, Nazirman: Pemilihannya Sesuai Hasil Tracking

Sosok Ketua Panitia Pelaksana KKN UIN Imam Bonjol Padang tahun 2022, Nazirman (Foto: Wangi/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Sebanyak 10 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Melayu Serumpun Angkatan III tahun 2022 dengan tema Wisata Halal. Kegiatan ini dilaksanakan di dua Kecamatan Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Indra Jaya dengan penyebaran 20 desa yang diikuti oleh seluruh PTKIN se-Sumatera.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana KKN UIN IB, Nazirman mengatakan kategori mahasiswa yang dapat mengikuti KKN Melayu Serumpun dikalkulasikan berdasarkan hasil tracking yang mana nantinya akan dirangking. “Mahasiswa yang dipilih itu harus memenuhi syarat seperti menguasai ilmu agama, khutbah dan lancar membaca Al-quran,” jelasnya Kamis (16/06).

Selain itu, ia juga menuturkan Mahasiswa KKN Melayu Serumpun harus ahli dalam kepenulisan Arab melayu, artikel serta pandai dalam pembuatan video pendek tentang promosi wisata halal. Tambahnya, mahasiswa tersebut juga harus sudah di vaksin dua kali sebagai salah satu syarat utama dalam keberangkatan KKN.

“Mahasiswa yang kita kirim berdasarkan Program Unggulan (Progul) setiap desa disana, kalau desanya ingin satu rumah ada satu orang hafiz, jadi yang dikirim pun juga hafiz Al-quran,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim suarakampus.com.

Nazirman mengungkapkan Mahasiswa KKN Melayu Serumpun didominasi oleh Fakultas Syariah dan selebihnya diisi oleh berbagai macam Fakultas lain. “Semua Fakultas boleh mengikuti KKN ini asal memenuhi syarat, kecuali Fakultas Tarbiyah dikarenakan mereka sedang Praktek Lapangan (PL),” ucapnya.

Ia menyampaikan mahasiswa yang mengikuti KKN Melayu Serumpun sudah harus tiba di Aceh pada 21 Juni mendatang. Kata dia, tanggal 22 Juni adalah proses pembekalan Mahasiswa KKN sedangkan tanggal 23 Juni mahasiswa tersebut sudah disebar ke desa-desa terkait.

“Mahasiswa yang KKN Melayu Serumpun akan berangkat dari Padang sebelum tanggal 21 Juni mendatang bersama dosen pembimbing,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, salah seorang Mahasiswa KKN Melayu Serumpun dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah, Hidayatullah Silva Roziannur bersyukur karena telah dimasukkan ke dalam kelompok Mahasiswa KKN Melayu Serumpun. “Ini adalah sebuah amanah dari kampus dan juga menjadi challenge tersendiri bagi saya untuk terus bisa berkembang,” ujarnya.

Sambungnya, menjadi bagian dari peserta KKN Melayu Serumpun adalah hal yang mengejutkan karena sebelumnya tidak ada informasi soal ini. “Saya aja mengetahui KKN Melayu Serumpun saat diwawancarai oleh panitia pada tracking,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Mahasiswi KKN Melayu Serumpun lain Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Santia Zaherni mengatakan dirinya telah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan saat proses KKN Melayu Serumpun mendatang. “Karena tinggal menunggu hari lagi, tentunya saya sudah mempersiapkan kebutuhan yang dirasa perlu,” ucapnya.

Santia berharap agar kegiatan KKN Melayu Serumpun bisa berjalan lancar tanpa ada kendala serta dapat memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa yang mengikutinya. “Semoga dengan adanya KKN Melayu Serumpun ini dapat mencerdaskan kami para mahasiswa dengan pengalaman di sana,” harapnya. (hry).

Wartawan: Ramitha Mawangi, Fajar (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Windows 7 reparieren ohne CD bzw DVD

Next Post

Hampa

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty