Suarakampus.com– Pembangunan miniatur Ka’bah UIN Imam Bonjol Padang kembali dilanjutkan, meski sempat tertunda beberapa waktu belakangan. Hal ini dikarenakan belum mencukupinya anggaran yang diberikan oleh pihak kampus.
Ketua Tim Pelaksana Manasik Haji Efrizal mengatakan, pembangunan masih belum berjalan maksimal. “Tanah di sekitar Ka’bah masih lunak, belum bisa melakukan pembangunan, maka harus dikeringkan dulu,” katanya Minggu (20/11).
“Sehingga beberapa area manasik haji masih terkendala pembangunannya,” sambungnya.

Kendati demikian, ia menuturkan, cuaca yang tidak mendukung juga menjadi penyebab belum terlaksananya pembangunan dengan baik. “Selain anggaran terbatas, kondisi tanah juga masih labil,” tuturnya.
Kemudian, kata dia, pada pembangunan sekarang sedang dibangunnya gerbang dan jamarat. “Tentunya sedang berlangsung proyek ini,” katanya.
Efrizal mengungkapkan, dana yang dihabiskan pada tahap pembangunan sekarang menelan biaya sebesar satu miliar. “Tahun ini pihak kampus memberikan dana sebesar 1.1 miliar,” ungkapnya.
Ia menargetkan pada tahun 2023 area manasik haji ini sudah bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat. “Targetnya 2023 sudah bisa di maksimalkan dan dimanfaatkan baik untuk mahasiswa ataupun masyarakat umum,” sampainya.
“Mengingat Asrama Haji Padang akan pindah ke Padang Pariaman, bisa menjadi peluang kampus, di mana masyarakat bakal memakai sarana manasik haji milik UIN,” tambahnya.
Ia berharap proyek ini bisa terlaksana dengan baik dan dapat menjadi kawasan wisata religius. “Semoga proyek ini pembangunannya rampung di tahun sekarang,” harapnya. (nsa)
Wartawan: Januarica Amora Putri (Mg), Nadhira Syauqi (Mg) dan Ummi Nadia (Mg)