Suarakampus.com– Sebagai tahap akhir pelatihan soft skill digital, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Unibersitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang mengikuti asesmen kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Gedung J. Mereka memiliki beragam motivasi, mulai dari meningkatkan keterampilan kreatif hingga memperoleh sertifikasi untuk menunjang karier di masa depan, Rabu (03/06).
Salah seorang peserta, Ukhti Akmalia mengungkapkan, keikutsertaannya dalam kegiatan BNSP adalah untuk mengembangkan kemampuan di bidang kreatif, khususnya video editing. “Saya sering menggunakan Canva , tetapi saya ingin mempelajari aplikasi lain agar kemampuan berkembang ,” ungkapnya.
Menurutnya, alasan memilih video editing karena sebelumnya pernah terlibat dalam proses pembuatan podcast dan merasa bidang ini cukup menarik. “ Oleh karena itu saya ingin belajar lebih jauh untuk memahami proses editing yang lebih profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Untuk persiapan ujian, selama tiga hari sebelumnya sudah menyiapkan footage, elemen pendukung, serta bahan-bahan yang diperlukan untuk proses editing. “ Tidak hanya itu, kami juga menyiapkan berbagai dokumen administrasi seperti KTP, ijazah, dan berkas lain yang dibutuhkan untuk registrasi,” jelasnya.
Saat mengikuti asesmen, Ukhti mengaku sempat merasa gugup, tetapi tetap percaya diri berkat pembelajaran dan pendampingan yang telah diterima. “Pertanyaan yang diajukan lebih banyak membahas proses editing video, sehingga asesmen terasa seperti diskusi daripada ujian,” tuturnya.
Senada demikian, peserta lainnya, Husnul Khotimah Parinduri mengatakan, motivasinya mengikuti kegiatan sertifikasi ini adalah karena sejak awal memiliki minat yang besar di bidang konten kreatif. “Saya ingin mengembangkan kemampuan menjadi seorang content creator yang lebih baik dan profesional,” katanya.
Ia mengaku, Selama mengikuti pelatihan sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah masalah jaringan internet yang tiba-tiba terputus dan baterai perangkat yang hampir habis. “Namun, kendala tersebut dapat saya atasi sehingga proses pelatihan tetap berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia menambahkan, Untuk persiapan ujian, ia mempelajari kembali materi dan modul yang telah diberikan oleh instruktur selama pelatihan. “Awalnya saya kira ujian hanya membahas materi, ternyata kami juga harus mempresentasikan video yang telah dibuat,” tambahnya.
Ia mengaku, sempat gugup saat menghadapi asesmen, namun suasana menjadi lebih nyaman berkat asesor yang ramah. “Jadi asesmen dapat saya jalani dengan lancar,” ungkapnya.
Dalam mengakhiri ucapannya, ia berharap, setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi dapat meningkatkan kemampuan editing video menjadi lebih baik lagi. “Saya berharap sertifikat kompetensi ini dapat menjadi nilai tambah dan bekal saat memasuki dunia kerja,” harapnya. (Fau)
Wartawan: Harvizaq Rafkhi
Raih Sertifikasi dan Asah Kompetensi, Mahasiswa FUSA UIN IB Jalani Asesmen BNSP