Siti Saadah Buktikan Mimpi Tetap Bisa Dicapai di Tengah Keterbatasan

Suarakampus.com – Berasal dari keluarga sederhana dan sempat ragu dapat melanjutkan pendidikan, Siti Saadah, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik tahun 2026. Capaian tersebut diraihnya melalui semangat belajar, doa, serta dukungan keluarga dan orang-orang yang membantunya, Rabu (29/07).

Siti mengaku tidak menyangka dapat menyandang predikat lulusan terbaik setelah melalui berbagai perjuangan selama menempuh pendidikan. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan terharu karena tidak menyangka bisa mendapatkan predikat lulusan terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan terus berusaha meraih cita-cita. “Predikat ini menjadi bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada orang tua serta semua orang yang telah membantu saya,” katanya.

Ia menceritakan, dirinya merupakan anak perantauan asal Cianjur, Jawa Barat, yang sempat ragu bisa melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga, tetapi bantuan dari orang-orang baik menjadi motivasi untuk membuktikan kepercayaan yang diberikan. “Saya ingin menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan kepada saya tidak akan sia-sia,” ungkapnya.

Selama menjalani perkuliahan, Siti menghadapi tantangan berupa keterbatasan ekonomi dan proses beradaptasi dengan lingkungan baru sebagai mahasiswa perantauan. “Saya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi dukungan teman-teman membuat saya mampu melewati semuanya,” tuturnya.

Selain aktif mengikuti perkuliahan, Sa’adah juga bergabung di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas, serta UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Shorinji Kempo yang membantunya mengembangkan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi. “Pengalaman di luar kelas mengajarkan saya tentang tanggung jawab, kerja sama, dan manajemen waktu,” jelasnya.

Siti mengatakan pernah meraih juara III ganda putri pada kejuaraan Shorinji Kempo tingkat universitas sebagai salah satu prestasi nonakademiknya. “Prestasi itu menjadi pengalaman berharga yang menambah semangat saya untuk terus berkembang,” ucapnya.

Baginya, pencapaian paling membanggakan adalah saat dinobatkan sebagai lulusan terbaik karena perjalanan yang dilalui untuk mencapai titik tersebut tidaklah mudah. “Saya tidak pernah menyangka bisa menyelesaikan kuliah dan memperoleh penghargaan ini, sehingga semuanya menjadi anugerah yang sangat saya syukuri,” katanya.

Dalam membagi waktu, Wisudawan FDIK ini selalu menyusun skala prioritas agar tugas kuliah dapat diselesaikan lebih awal tanpa mengabaikan waktu istirahat. “Saya berusaha mengerjakan tugas sejak awal dan tetap menjaga kesehatan agar semua aktivitas dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menyebut kedua orang tua dan orang-orang yang telah membantu biaya pendidikannya sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan akademiknya. “Doa, dukungan, dan bantuan mereka menjadi alasan saya terus berjuang hingga bisa berada di titik ini,” sebutnya.

Siti berharap dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta membahagiakan kedua orang tua dan semua pihak yang telah membantunya. “Saya ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, terus belajar, dan membalas kebaikan semua orang yang telah membantu saya,” pungkas Siti. (raf)

Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Nursaniati, Lulusan Terbaik Matematika UIN IB

Next Post

Sofi Asri Tutup Kuliah dengan Predikat Bintang Aktivis Kampus

Related Posts