Suarakampus.com – Jurnalistik menjadi pintu awal perjalanan organisasi Sofi Asri yang mengantarkannya menjadi Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96 UIN Imam Bonjol Padang. Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi angkatan 2022 itu mengembangkan kiprahnya dari LPM Suara Kampus ke berbagai organisasi dan kompetisi tingkat kampus maupun nasional, Rabu (29/7).
Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) angkatan 2022 itu mulai menekuni kepenulisan saat bersekolah di MTsN 8 dan MAN 1 Padang Pariaman. Ketertarikannya kemudian berlanjut ketika bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus hingga dipercaya menjadi Redaktur periode 2025-2026.
Bagi Sofi, kesibukan tidak menjadi hambatan untuk berprestasi. Ia mengaku kedisiplinan menjadi kunci agar akademik dan organisasi berjalan beriringan.
Selain aktif di LPM Suara Kampus, Sofi juga mengemban amanah sebagai Uni Wakil 1 Duta Kampus UIN Imam Bonjol Padang 2024. Ia turut menjadi Sekretaris Komisi Hukum dan Perundang-undangan Sema FDIK, serta berperan menghidupkan kembali aktivitas organisasi di tingkat fakultas.
Perjalanan organisasinya semakin berkembang setelah lolos sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia pada semester empat. Melalui Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Imam Bonjol Padang, ia mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Di GenBI, kami tidak hanya dibantu secara finansial, tetapi juga dibekali pelatihan dan program kemasyarakatan yang berdampak pada lingkungan sekitar,” ujarnya.
Berbagai pengalaman itu turut mengantarkannya meraih sejumlah prestasi, diantaranya:
- Juara 1 Reportase Batagak Alek Fakultas Syariah 2024.
- Juara 2 Presenter KPI Expo UIN Bukittinggi 2024.
- Juara 2 Musikalisasi Puisi Sedikat Nasional 2023.
- Juara 2 Lomba Cipta Puisi.
- Salah satu penulis dalam antologi puisi Asmara Loka terbitan Author Competition 2023.
Kontribusinya juga menjangkau daerah asal melalui Forum GenRe Padang Pariaman sebagai penasihat forum dan Gerakan Mahasiswa Pariaman (Gempa). Menurutnya, setiap pengalaman organisasi memberikan ruang untuk terus belajar sekaligus mengasah kepemimpinan.
Di tengah padatnya aktivitas, Sofi menerapkan penyusunan daftar pekerjaan harian dan skala prioritas. Cara itu membantunya menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi.
“Ketika waktunya akademik, kerjakan akademiknya. Ketika waktunya nonakademik, kerjakan sepenuh hati. Jangan sampai tubuh kita ada di suatu tempat, tetapi jiwa kita tidak berada di sana,” katanya.
Sofi menuturkan, seluruh capaian yang diraihnya tidak lepas dari doa orang tua dan prinsip hidup yang dipegang, yakni “Jangan patah sebelum tumbuh”. Kalimat itu menjadi pengingat agar terus berjuang menghadapi setiap tantangan.
Predikat Bintang Aktivis Kampus diharapkannya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jadilah bintang yang bersinar indah, memberi cahaya dan warna untuk orang di sekelilingnya tanpa mengambil sinar orang lain,” tutupnya. (raf)
Wartawan: Aisyah Nurlaili Arinda (Mg) dan Siti Nur Aisyah (Mg)