Suarakampus.com- Ajang Pemilihan Rektor (Pilrek) UIN Imam Bonjol Padang untuk masa jabatan 2021-2025 diprediksi hanya akan diikuti oleh dua kandidat bakal calon. Panitia Penjaringan Rektor mengatakan pihaknya akan mengumumkan dua nama tersebut pada Senin (26/04) besok.
Sebelumnya, tahapan pendaftaran bakal calon rektor telah dilakukan pada tanggal 12 hingga 24 April lalu. Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Sarwan mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan Pilrek UIN IB kepada 41 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Namun hingga pendaftaran ditutup pada Jumat (24/04), panitia hanya menerima dua nama bakal calon rektor.
Sarwan menyebutkan, panitia akan memutuskan apakah Pilrek UIN Imam Bonjol akan tetap dilanjutkan dengan dua bakal calon atau dilakukan perpanjangan pendaftaran pada rapat panitia, Senin (26/04) besok.
Santer terdengar, dua nama bakal calon yang telah dikantongi Panitia Penjaringan Rektor tersebut adalah Guru Besar UIN Imam Bonjol yang memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Agama(PMA) Nomor 68 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor pada PTKIN. Pada Pasal 3 PMA tersebut mengatur bahwa bakal calon Rektor berusia maksimal 60 tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor/Ketua yang sedang menjabat.
Sementara itu, pasal tersebut juga mengatur bahwa bakal calon memiliki jabatan fungsional Profesor bagi calon Rektor Universitas dan paling rendah Lektor Kepala bagi calon Rektor Institut dan Ketua Sekolah Tinggi.
Jika berkaca kepada ketentuan di atas, dari 14 Profesor yang ada di UIN Imam Bonjol Padang, hanya dua profesor yang berusia di bawah 60 tahun. Dua nama tersebut adalah Rektor UIN Imam Bonjol 2017-2021, Eka Putra Wirman dan Direktur Pascasarjana, Martin Kustati. Eka digadang-gadang akan menjadi calon incumbent pada Pilrek kali ini. Adapun Martin Kustati sendiri, pada tahun ini genap berusia 48 tahun, sementara Eka Putra Wirman pada Oktober mendatang genap berusia 52 tahun.
Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang, Asasriwarni membenarkan bahwa dari 14 profesor yang dimiliki UIN IB hanya dua orang yang memenuhi kriteria untuk maju menjadi bakal calon rektor. Kendati Asasriwarni dan Panitia Penjaringan Rektor enggan membeberkan dua nama tersebut hingga pada jadwal yang ditentukan.
“Untuk nama dua bakal calon rektor belum bisa diumumkan, karena itu wewenang dari panitia penyelenggara yang nantinya bakal diserahkan ke rektor dan rektor akan menyerahkan kepada Senat,” kata Asasriwarni kepada suarakampus.com, Minggu (25/04).
Terkait lengangnya kontestasi Pilrek UIN IB, Guru Besar Fakultas Syariah itu mengatakan bahwa panitia telah mengirimkan surat kepada 41 PTKIN untuk dapat berpartisipasi pada Pilrek tahun ini.
“Yang jelas panitia sudah mengirimkan surat pada 41 PTKIN, namun mereka mungkin mempunyai pertimbangan tersendiri untuk tidak mendaftar pada Pilrek yang bakal kita selenggarakan,” katanya.
Walau hanya diikuti oleh dua bakal calon, Asasriwarni menegaskan bahwa Pilrek akan tetap dilanjutkan. Mulanya, panitia menargetkan tiga bakal calon untuk memperebutkan kursi Rektor kampus Islam Negeri yang berpusat di Lubuk Lintah itu. “Pilrek akan tetap dilanjutkan walaupun dengan peserta dua orang,” imbuhnya.
Sementara itu, dosen dari Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Muhammad Taufik berpendapat, sepinya kontestasi Pilrek karena UIN IB tidak mempunyai magnet untuk menarik perhatian kampus lain untuk mengusung bakal calon rektor. “Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tidak ada peserta Pilrek dari 41 PTKIN yang ikut serta,” kata Taufik.
Selain itu, Taufik mengkritisi minimnya calon rektor disebabkan lantaran kampus gagal melakukan regenerasi profesor baru yang berusia muda. Kegagalan tersebut, kata Taufik, sangat berdampak pada iklim akademik dan pemerintahan di kampus.
Tidak hanya itu, menurutnya civitas akademika tidak kreatif untuk mencari dan menggaet alternatif pemimpin. “Harusnya civitas akademika UIN IB juga bisa merekrut orang yang berkompeten dari kampus lain untuk dijadikan pemimpin,” tegasnya.
“Semoga kampus ini segera memperbaiki tatanan pendidikan dan dipimpin oleh orang yang berkompeten juga,” harapnya. (Red)
Wartawan: Firga Ries Afdalia