Suarakampus.com– Mahasiswa akhir Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang soroti kebijakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan UKT penuh membebani mahasiwa terutama yang hanya mengambil mata kuliah skripsi, Selasa (13/01).
Mahasiwa Akuntansi Syariah, Nadila Faria Gomeri mengungkapkan, besaran UKT yang harus dibayarkan tidak berubah. “UKT tetap walaupun hanya mengambil mata kuliah skripsi saja,” ungkapnya.
Nadila menuturkan, beban finansial mahasiswa tingkat akhir justru semakin besar. “Mulai dari biaya skripsian sampai dengan persiapan wisuda nanti,” tuturnya.
Ia berharap, besaran UKT yang harus dibayarkan bisa berkurang. “Semoga pihak kampus memberi ruang kepada mahasiswa agar dapat mengajukan pengurangan pembayaran UKT,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan mahasiswa Psikologi Islam, Nadia Akri Julianti memaparkan, kebijakan UKT penuh tidak adil bagi mahasiwa yang berfokus pada penyelesaian skripsi. “Beban akademik jelas tidak sebanyak mata kuliah umumnya,” paparnya.
Nadia menyebutkan, kebijakan tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi mahasiswa. “UKT dibayar penuh itu sudah cukup berat, ditambah biaya persiapan wisuda seperti toga, administrasi, dan keperluan lain,” katanya.
Mahasiswa tersebut menuturkan, fokus mahasiswa akhir tidak akan terganggu jika diberikan keringanan. “Semoga kebijakan tersebut ditinjau kembali dan
berpihak kepada mahasiswa,” pungkasnya.
Selain itu, mahasiswa Studi Agama-Agama (SAA) Bella Nur Fitriani menyebutkan tidak ada pengurangan UKT sedikitpun. “Padahal jumlah mata kuliah yang diambil lebih sedikit,” sebutnya.
Menurut Bella, kebijakan ini tentu kurang adil. “Hanya mata kuliah skripsi, namun UKT penuh seperti semester normal,” tuturnya.
Ia berharap, pengurangan UKT bagi mahasiswa akhir dapat diterapkan. “Agar beban finansial menjadi lebih ringan dan lebih berkeadilan,” tutupnya. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika
Meneladani Keilmuan Sosok Amir Syarifuddin sebagai Mantan Rektor IAIN IB
Suarakampus.com- Mahasiswa perlu meneladani peran keilmuan Prof. Dr. Amir Syarifuddin, panutan ulum tafaqquh fiddin. Hal tersebut disampaikan langsung…