Suarakampus.com– Kampus 2 Universitas Islam Negri Imam Bonjol (UIN IB) Padang kembali menjadi sorotan setelah ditemukan aksi vandalisme berupa coretan di dinding gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai merusak fasilitas kampus serta mengganggu estetika lingkungan akademik, Jumat (3/4).
Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fathusy Syarif menyampaikan, coretan di dinding FTK merupakan bentuk perbuatan yang tidak tepat dan tidak bertanggung jawab (vandalisme). “Jika menyampaikan aspirasi bisa melalui jalan yang lebih baik,” sampainya.
Syarif menegaskan, tindakan ini bukanlah termasuk ekspresi mahasiswa, melainkan dari oknum yang tidak jelas. “Karena mahasiswa berekspresi dengan perbuatan yang benar bukan merusak,” tegasnya .
Ia menambahkan, tindakan vandalisme ini cukup mengganggu karena tulisan tersebut dapat merusak nilai citra dan keindahan dari gedung kampus. “Terlebih ini mengarah ke gedung ormawa FTK,” tambahnya.
Senada demikian, Ketua DEMA FTK, Bimma Al Hafizh menjelaskan, pihaknya menolak dan mengutuk keras segala bentuk vandalisme yang dilakukan di area kampus. “Tindakan merusak sarana prasarana dan fasilitas kampus tidak dapat dibenarkan,” jelasnya
Bimma mengatakan, kejadian ini merupakan kasus perdana yang terjadi di lingkungan FTK. “Dari yang kami pantau ditemukan 2 titik lokasi pencoretan,” katanya.
Ia mengungkapkan, dalam coretan tersebut terdapat beberapa tulisan yang diduga bermuatan kritik yang berlokasi kan di bagian kiri tembok gedung fakultas dan di bagian belakang gedung. “Beberapa kalimat yang ditemukan yaitu redaksi atau narasi kampus korupsi,” ungkpanya.
Bimma menyatakan, pihak DEMA belum dapat memastikan motif maupun pelaku vandalisme. “ Oleh sebab itu Dema menekankan pentingnya mengetahui latar belakang kejadian,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), Ghina Syahrani Jefri, menyampaikan mahasiswa seharusnya bisa menyalurkan kritik melalui cara yang lebih konstruktif seperti diskusi, tulisan, atau media aspirasi yang disediakan kampus. “Bukan malah merusak,” ucapnya.
Ghina menambahkan, tindakan vandalisme dapat mengganggu kenyamanan lingkungan kampus dan memberi kesan negatif. “Hal ini membuat orang lain berpandang buruk terhadap UIN,” tambahnya.
Terakhir, Ghina menyampaikan agar mahasiswa lebih menjaga fasilitas kampus dan menyalurkan ekspresi dengan cara yang lebih baik. “Tentunya pihak kampus juga menyediakan tempat untuk menyampaikan aspirasi bagi mahasiswa,” harapnya. (Raf)
Wartawan : Nahdia Til Fauziah (Mg) , Lina Indriani (Mg)
Vandalisme di Gedung FTK, Kritik Mahasiswa atau Aksi Merusak