Suarakampus.com- Pendapatan para pelaku UMKM di kawasan Pantai Gajah, yang berada di sekitar Universitas Negeri Padang (UNP), mengalami penurunan drastis pasca banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada 27–28 November 2025. Kondisi ini dirasakan oleh salah satu UMKM bernama Simanungkalih, yang menyebut pendapatannya kini terhenti total, Minggu (30/11).
Pemilik usaha mengatakan, sebelum banjir bandang, pendapatan hariannya masih mampu mencukupi kebutuhan hidup. Namun, kerusakan fasilitas, menurunnya jumlah pengunjung, serta kondisi pantai yang dipenuhi material banjir, menyebabkan usahanya tidak bisa beroperasi seperti biasa. “Setelah banjir, kami sama sekali tidak bisa berjualan karena fasilitas rusak dan tidak ada pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Fajri Dian Pratama, salah satu warga setempat mengungkapkan, pencemaran lingkungan di Pantai Gajah sebenarnya telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. keberadaan balok kayu dan sampah kiriman sudah menjadi persoalan lama, namun volumenya meningkat drastis setelah banjir bandang tahun ini. “Masalah sampah ini sudah ada sejak 25 tahun lalu, tapi setelah banjir bandang jumlahnya meningkat berkali lipat,” katanya.
Ia menegaskan, sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari Pantai Gajah, tetapi juga dari aliran sungai lain yang bermuara di kawasan tersebut. Kondisi ini memperburuk dampak banjir dan menghambat proses pemulihan UMKM. “Kalau tidak dibersihkan total, UMKM di sini sulit bangkit,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, warga bersama komunitas pelancaran berinisiatif melakukan gotong royong massal untuk membersihkan pantai secara bertahap. Namun, mereka menyebut upaya swadaya ini tidak cukup tanpa dukungan pemerintah.
Salah satu warga lokal menilai, bantuan pemerintah masih sangat minim, terutama dalam penyediaan peralatan pembersihan dan tenaga tambahan. pemerintah dapat ikut serta dalam proses pemulihan, termasuk mendatangkan alat berat dan menambah personel kebersihan agar Pantai Gajah bisa kembali bersih dan aktivitas UMKM pulih seperti sedia kala. “Kami butuh alat berat dan tenaga tambahan. Peralatan pembersihan saja tidak cukup,” tuturnya
Upaya kolaboratif antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah dinilai sangat penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan Pantai Gajah. (Red)
Wartawan : Siti Nur Aisyah (Mg), Nur hanifah (Mg), Irfanov zacky aji (Mg)