Luruh dalam Jeda

(Tsamara/suarakampus.com)

Oleh: Zahra Mustika

(Mahasiswi Program Studi Studi Agama Agama UIN IB)

Embun memenuhi pelupuk mata
Duduk terkulai dalam sekapan nestapa
Kapan?
Dapat kutukar cerita dan cinta
Di tengah sunyi yang menggema

Genteng tua bersuara lirih
Mengalihkan tatap yang mulai letih
Kutahan sesak, berbisik lirih pada diri
Rinduku ini, adakah batasnya, nanti?

Rintik hujan ikut membasahi pipi
Kala kutatap mentari dengan tatapan sepi
Dua sosok cahaya muncul perlahan
Tersenyum—di kanan dan di kiri
Itulah hidup, jauh darinya yang mengasihi

Seketika kabut tipis menyelimuti
Aku berlari, terjebak dalam sunyi
Mengapa rasa ini kembali hadir?
Ia tak boleh pergi, tak boleh menyingkir

Tanpanya
Aku hanyalah daun kuning rapuh
Jatuh ke tanah basah, lalu mengering…
Luruh, perlahan hilang, tanpa arah, tanpa peluk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Luka dalam Kesunyian

Next Post

Rindu Tanpa Balas

Related Posts

Hilang

Oleh: Asri Jamil(Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, UIN Imam Bonjol Padang) Melihat waktu telah senjaKu pergi dan keluarMelihat alam…
Selengkapnya