Suarakampus.com– UKM Bengkel Kata UIN Imam Bonjol Padang mengadakan seminar “Metodologi Penelitian: Memilih Metode yang Sesuai untuk Proposal Skripsi” di Aula Fakultas Syariah. Dipandu Reflinaldi, seminar ini membahas krusialnya pemilihan metode penelitian tepat untuk skripsi.
Reflinaldi mengatakan, metodologi adalah dasar utama dalam sebuah riset ilmiah. “Tanpa metode yang tepat, analisis akan goyah bahkan ditolak,” tegasnya.
Reflinaldi menambahkan, metode bukan sekadar teknik teknis, melainkan cara pandang terhadap objek kajian. “Metode adalah cara membaca realitas secara ilmiah,” ucapnya.
Pemateri itu menyampaikan, objek klasik seperti Al-Qur’an tetap dapat diteliti dengan pendekatan kekinian. “Dekonstruksi dan anthropocentrisme bisa menjadi pintu masuk baru,” tuturnya.
Ia mendorong mahasiswa mengeksplorasi pendekatan jarang digunakan, seperti pendekatan Arudh dalam sastra Arab. “Pendekatan yang tidak umum justru bisa memberi warna,” jelasnya.
Reflinaldi menjelaskan, kebaruan atau novelty tidak harus datang dari objek. “Cara pandang dan metode yang segar sudah cukup disebut unik,” katanya.
Menurutnya, penelitian yang baik harus mengisi celah dari studi sebelumnya. “Penelitian harus relevan dan solutif,” ujarnya.
Akademisi itu juga menegaskan, pentingnya latar belakang masalah yang berbasis data otentik. “Realitas digital seperti YouTube bisa jadi pintu masuk isu Islamofobia,” tambahnya.
Reflinaldi menyarankan mahasiswa aktif menggunakan basis data daring untuk memetakan research gap. “Google Scholar bisa bantu menyusun arah penelitian,” sebutnya.
Ia menekankan, pemilihan teori harus selaras dengan objek kajian yang kompleks. “Teori strukturalisme cocok untuk karya sastra,” jelasnya.
Pemateri itu juga menambahkan, pemikiran klasik seperti Al-Ghazali masih relevan dikaitkan dengan wacana kekinian. “Tradisi lama bisa dikontekstualisasi,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, pentingnya struktur proposal yang lengkap sejak awal. “Tanpa rumusan masalah, tujuan, dan manfaat yang jelas, proposal bisa ditolak,” katanya.
Di akhir sesi, Reflinaldi mengajak peserta menyusun skripsi dengan tahapan ASSC (Approval, Submission, Supervision, Completion). “Dengan proses terstruktur, skripsi akan selesai tepat waktu,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Azzahra Siti Nurrahmi, Nadia Defri Andra (Mg)