Makan Bajamba, Angkat Nilai Karakter dan Budaya Minangkabau

Sumber: Dokumentasi Panitia Acara

Suarakampus.com- Sebagai bentuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Karakter, mahasiswa Jurusan Tadris IPS angkatan 2021 kelas A menggelar kegiatan makan bajamba di UIN Imam Bonjol Padang. Acara ini tidak hanya menjadi bentuk penilaian akademik, namun juga sebagai upaya pelestarian budaya Minangkabau. Rabu(18/06).

Arif Hidayat, mahasiswa Tadris IPS BP 21 yang akrab disapa Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bukti bahwa generasi muda masih mampu mengangkat nilai-nilai adat dalam kehidupan kampus, meskipun ditengah hecticnya menjalani semester akhir. ” Kami mampu mengangkat acara budaya ini dan memotivasi teman-teman, bahkan dari prodi lain,” ungkapnya.

Menurut Arif, kegiatan ini turut melibatkan seluruh mahasiswa kelas A secara aktif, dengan dukungan dari sanggar seni Arip Production. ” Sanggar ini dikelola oleh salah satu mahasiswa dalam kelas tersebut”, jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa seluruh konsep acara dirancang berdasarkan riset dan bimbingan dari dosen pengampu.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh beberapa dosen Prodi Tadris IPS, yakni Syahri,  Ahmad Nurhuda, Fatmi Fauzani Duski, dan Suryadi Fajri.

Rangkaian acara dimulai dengan tari gelombang yang merupakan salah satu tarian khas Minang. “Baru lah setelah itu berlangsung tradisi berbalas pantun dalam makan bajamba”, paparnya.

Makan bajamba ini adalah salah satu tradisi khas Minangkabau yang lekat dengan nilai kebersamaan. “Ini biasa dilakukan di daerah seperti Pariaman dan Agam,” jelas Arif. 

Menu tradisional seperti samba ayam, gulai toco, mie goreng, telur dadar, lopek bugih, dan aneka kue tradisional lainnya turut disajikan dan dimasak sendiri oleh para mahasiswa. “Semua ikut terlibat dan tidak ada yang lepas tangan”, kata koordinator acara ini.

Antusias  dari teman-teman kelas yang luar biasa. “Ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan khas masyarakat Minangkabau,” tambahnya.

Terakhir Arif menyampaikan, kegiatan ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa lain, dan memanfaatkan kemajuan teknologi itu untuk menunjukkan keunikan budaya “Meskipun kita hidup di era teknologi, bukan berarti kita harus melupakan adat dan budaya sendiri,”tutupnya. (asr)

Wartawan: Anisafitritara (Mg), Zahra Mustika (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pustakawan UIN Imam Bonjol Padang Kenalkan SLiMS, Solusi Modern Perpustakaan

Next Post

Pustakawan UIN IB Bawa SLiMS ke Dunia Santri

Related Posts