Suarakampus.com– Tiga mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang menyatakan lega usai mengikuti Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang dilaksanakan selama dua hari dengan jeda satu hari di antaranya. Mereka menilai sebagian besar soal tergolong dasar, meskipun bahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian peserta, Rabu(10/7).
Qurrata A’yuni Elva, mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam mengatakan, ia tidak mengalami kecemasan selama mengikuti tes. “Soalnya masih dasar dan tidak terlalu menyulitkan,” ujarnya.
Elva menyebutkan bahwa keseluruhan pelaksanaan TKD berjalan lancar hingga hari terakhir. “Saya merasa lega setelah melewati salah satu tahap penting dalam dunia perkuliahan,” tuturnya.
Elva menjelaskan bahwa dari total 50 soal yang diujikan, ia paling kesulitan dalam menjawab bagian bahasa Inggris. “Soal bahasa Inggris terasa lebih menantang dibandingkan soal lainnya,” tambahnya.
Elva juga menambahkan bahwa pelaksanaan ujian sebaiknya tidak perlu dipisah jika tidak ada kendala teknis. “Akan lebih efisien jika dilakukan sekaligus dalam satu hari,” jelasnya.
Ia menilai bahwa TKD bisa menjadi pengingat pentingnya penguasaan dua bahasa asing. “Kemampuan bahasa Arab dan Inggris perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Hanifah Khairiyah, mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, mengaku sempat mengalami kecemasan saat menjalani TKD. “Saya mengatur napas perlahan dan menenangkan pikiran agar tidak panik,” ungkapnya.
Hanifah menyampaikan bahwa meskipun baru pertama mengikuti TKD, ia tetap berupaya fokus selama proses berlangsung. “Saya berusaha menjaga konsentrasi dari awal hingga akhir tes,” sambungnya.
Sementara itu, Suci Janua Saputri dari Prodi Studi Agama-Agama menyampaikan bahwa dirinya merasa cukup tenang selama menjalani TKD. “Saya berharap bisa lulus dan menyarankan link ujian disebar lewat QR code,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Anisa Fitri Tara, Faiza Septiani Putri