KKN Ke-51 UIN IB Membelah Sumbar dengan Transportasi Beragam

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang bersiap menuju lokasi KKN dengan menggunakan transportasi pickup dan sepeda motor di salah satu titik keberangkatan, Rabu (10/7/2025). Foto: Zahra/Suarakampus.com.

Suarakampus.com– Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang resmi diberangkatkan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-51 pada Rabu (10/7). Keberangkatan dilakukan dari berbagai titik kumpul menuju sejumlah nagari di Sumatera Barat sebagai lokasi pengabdian.

Alfinno Dzikrillah, mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam menyebutkan, rombongan berangkat dari Parak Buruak menuju Nagari Bidar Alam, Kabupaten Solok Selatan. “Kami menempuh perjalanan selama tujuh jam dengan bus pariwisata,” ujarnya.

Alfinno menambahkan, selain bus, ada juga tiga sepeda motor yang digunakan oleh beberapa anggota kelompok. “Teman-teman membawa motor sendiri untuk memudahkan mobilitas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, biaya transportasi ditanggung melalui iuran kelompok sebesar Rp87.000 per orang. “Uang ini digunakan untuk menyewa bus dan keperluan perjalanan,” paparnya.

Sementara itu, Nofri Hidayat mengatakan bahwa dirinya dan kelompoknya ditempatkan di Nagari Koto Tuo, Kabupaten Lima Puluh Kota. “Kami berangkat dari Aciak Mart, Lumin, pukul 07.00 WIB,” katanya.

Mahasiswa Jurusan Perbandingan Mazhab itu mengungkapkan bahwa transportasi yang digunakan cukup beragam. “Kami menggunakan bus, pickup, dan sepeda motor,” tambahnya.

Nofri memilih menggunakan sepeda motor untuk menghemat biaya dan karena menyukai perjalanan jauh. “Saya lebih nyaman naik motor, apalagi sambil menikmati pemandangan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kelompoknya tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. “Waktu tempuh hanya sekitar lima jam,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut berharap ke depan pelaksanaan KKN lebih efisien dan adil. “Pembagian kelompok sebaiknya merata di setiap fakultas,” tutupnya.

Julinar Mistriyani, mahasiswa lainnya menyebutkan, ia dan timnya ditugaskan ke Nagari Kudu Gantiang, Kabupaten Padang Pariaman. “Kami berangkat dari Simpang Empat, depan Sparko, pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

Julinar menjelaskan bahwa perjalanan ke lokasi hanya memakan waktu satu jam. “Ada yang menggunakan bus, sepeda motor, dan mobil pribadi,” ungkapnya.

Ia sendiri memilih mobil pribadi karena kerap mabuk saat menaiki bus. “Perjalanan ini berkesan karena saya baru pertama kali melewati banyak nagari di Pariaman,” jelasnya.

Julinar mengatakan bahwa iuran transportasi ditetapkan sebesar Rp100.000 per orang. “Biaya ini juga untuk pengeluaran tak terduga,” paparnya.

Ia berkeinginan bisa cepat beradaptasi dan menjaga nama baik almamater. “Semoga banyak pelajaran baru yang kami dapatkan di luar ruang kelas,” tutupnya.

Sementara itu, Ghina Efrillia yang ditempatkan di Kabupaten Lima Puluh Kota menyebutkan bahwa perjalanannya memakan waktu lima jam. “Kami berangkat dari Seiba pukul 07.00 WIB menggunakan bus,” ungkapnya.

Mahasiswi Jurusan Manajemen Bisnis ini mengatakan biaya transportasi ditanggung melalui iuran sebesar Rp200.000. “Biaya ini juga mencakup survei lokasi sebelumnya,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Fauziah Maharatih Wahyuni, Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa KIP-K 2024 Tinggalkan Ma’had al-Jami’ah UIN IB Setelah Masa Huni Berakhir

Next Post

Mahasiswi UIN IB Nilai TKD Dasar, Bahasa Inggris Jadi Tantangan

Related Posts