Perdana Digelar di UIN IB, OSM Sumbar 2025 Tarik Ratusan Peserta

Suasana Olimpiade Sains Madrasah (OSM) se-Sumatra Barat 2025. Sumber: Sofia/suarakampus.com

Suarakampus.com – Olimpiade Sains Madrasah (OSM) se-Sumatra Barat 2025 digelar pada Minggu (23/11) di UIN Imam Bonjol Padang Kampus III, Gedung J Academica Center dan Multipurpose. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) ini bertujuan mengembangkan potensi akademik siswa melalui tiga sesi ujian tulis.

Sebanyak 313 peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTS)/Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tingkat Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah turut mengikuti olimpiade ini.

Panitia penyelenggara OSM, Hamidun Majid mengatakan, olimpiade ini merupakan kali pertama dilaksanakan di UIN IB Padang, meskipun kegiatan serupa dengan nama berbeda kemungkinan pernah diadakan sebelumnya.

“Untuk OSM, ini pertama kali dilaksanakan di UIN IB Padang. Acara serupa mungkin pernah ada, tetapi namanya berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peserta OSM berasal dari berbagai daerah di Sumatra Barat, seperti Padang, Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Solok, dan daerah lainnya.

“Pendaftaran kami buka se-Sumatra Barat, dan data peserta mencakup beberapa daerah,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, OSM menghadirkan berbagai cabang perlombaan. Untuk tingkat MI/SD terdapat Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. MTS/SMP meliputi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sementara tingkat MA/SMA/SMK  mencakup Kimia, Fisika, Geografi, Matematika, Biologi, dan Ekonomi.

Kegiatan berlangsung dalam satu hari, dimulai pukul 07.30 hingga sekitar pukul 15.00 atau sebelum asar. “Pengumuman hasil lomba akan disampaikan secara daring oleh POSI kepada peserta,” ungkapnya.

Hamidun juga menjelaskan bahwa OSM terlaksana melalui kerja sama antara panitia Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) bidang Pendidikan dan Olahraga dengan POSI. Panitia kampus menyediakan fasilitas seperti ruang ujian, pencetakan soal, hingga perlengkapan ujian lainnya.

“Kami bekerja sama dengan POSI dan Kemenag Sumbar. Kami sebagai fasilitator menyediakan ruangan dan kebutuhan kegiatan,” katanya.

Lanjutnya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi pada tahap persiapan OSM ini. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung karena hujan sejak pagi, sehingga menghambat mobilitas peserta dari satu gedung ke gedung lainnya. Selain itu, pada hari pelaksanaan ujian terdapat beberapa panitia yang tidak bisa hadir, serta jumlah tamu undangan yang datang melebihi perkiraan awal.

Nayla Karimah, peserta dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Sijunjung, mengikuti OSM untuk menambah pengalaman, mengembangkan diri, serta menguji kemampuan yang dimilikinya. Ia berharap dapat meraih prestasi pada ajang ini.

“Motivasi saya ikut OSM untuk mencari pengalaman dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Peserta lainnya, Aqila Nadira dari Madrasah Aliyah Negeri Sawahlunto, mengikuti OSM untuk menambah pengalaman serta mengembangkan bakat.

“Motivasi saya mengikuti OSM ini untuk menambah pengalaman dan pengetahuan,” katanya.

Meskipun demikian, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengunjungi UIN Imam Bonjol Padang, dan mereka memberikan kesan positif terhadap lingkungan kampus yang memiliki pemandangan cukup indah serta ruang-ruangan yang dinilai menarik. (Lya)

Wartawan: Sofia Aulia Purnama (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Festival Serak Gulo Meriah, Warga Rebutan Gula Sampai Satu Karung

Next Post

Ijazah Wisudawan ke-94 Diperkirakan Siap Pertengahan Desember

Related Posts