Suarakampus.com- Pengambilan ijazah wisudawan ke-94 mengalami penundaan karena terkendala Tanda Tangan Elektronik (TTE). Ijazah diperkirakan siap diambil pertengahan Desember 2025, (24/11).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nurus Shalihin mengatakan, pihak akademik sedang menginput ijazah. Proses penginputan baru selesai untuk Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah.
Nurus menjelaskan, proses penandatanganan ijazah tidak sederhana. Sebanyak 1.850 lebih ijazah harus ditandatangani menggunakan TTE.
“Ada sebanyak 1.850 sekian yang harus ditandatangani oleh TTE, jadi ini menjadi kendalanya,” jelasnya.
Nurus menyatakan telah mendesak pihak akademik untuk menyelesaikan ijazah secepatnya. Pihak akademik menargetkan penyelesaian ijazah pada Desember ini.
Kendati demikian, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Afrita Yessie memperkirakan, pengambilan ijazah dapat dilakukan pertengahan Desember. Saat ini masih berlangsung proses pencetakan ijazah dan transkrip nilai.
Afrita menambahkan, pengambilan ijazah dapat diwakilkan oleh keluarga wisudawan. “Syarat pengambilan ijazah yang diwakilkan adalah membawa surat pernyataan bermaterai,” ungkapnya.
Proses pengambilan ijazah tidak memerlukan persyaratan tambahan. Wisudawan ke-94 telah menyelesaikan seluruh persyaratan saat mendaftar wisuda.
Untuk keperluan mendesak, wisudawan dapat meminta surat keterangan kelulusan sementara ke fakultas masing-masing. (Lya)
Wartawan: Nifah (Mg)