PARASIT JABATAN

Ilustrasi menunjukkan dua objek yang bersinggungan. Objek pertama memuat lanskap pekerja yang tanggung jawab dengan kewajiban. Lanskap kedua menunjukkan pria yang memilih tidur tanpa mengerjakan apapun. Sumber Foto : Zahra Mustika/ Suarakampus.com

Oleh: Nur
(Mahasiswi FDIK UIN Imam Bonjol)


Kau gila hormatan saat pelantikan
Berjas rapi menebar senyuman
Kini batang hidungmu hilang ditelan bumi
Meninggalkan sampah yang harus kami cuci
Satu telunjukmu sangat rajin memerintah
Tapi batang lehermu kaku jika harus melangkah
Kau hanya nama di atas kertas usang
Pajangan mati yang tak punya nyawa untuk berjuang

Rapat kau mangkir dengan seribu alasan
Sibuk ini itu hanya kedok kemalasan
Organisasi kau anggap sekadar batu loncatan
Tempat memoles ego dan mencari ketenaran

Kami yang berdarah kau yang ambil nama
Kami yang memeras keringat kau yang cari muka
Sungguh memuakkan melihat watak aslimu
Pengecut yang bersembunyi di balik gelar semu

Jangan sebut dirimu pemimpin jika hanya benalu
Menghisap energi kawan tanpa rasa malu
Kursi itu terlalu mewah untuk pantat malasmu
Lebih baik kau angkat kaki sebelum kami usir paksa

Organisasi butuh tangan bukan sekadar gaya
Butuh dedikasi bukan bualan penuh damba
Kau hanyalah beban yang memperlambat laju
Sumbatan kotor di tengah arus yang melaju

Mana janji manismu saat berebut suara
Kini semua hambar hanya tinggal udara
Kau khianati kepercayaan dengan sikap apatis
Menjadi sampah birokrasi yang paling tragis

Lepaskan jabatan itu jika tak sanggup memikul
Jangan jadi bangkai yang membuat kami terpukul
Kami tak butuh pengurus yang hanya mau diurus
Enyahlah kau parasit sebelum semuanya mampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Buku yang tak lagi ditulis

Next Post

Berjalan ke Barat

Related Posts

Hahaha

Oleh: Nafi Pramoedya(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) Ini kisahku, si paling flatHahaha hihihi sana siniBerani berkata, kadang lupa…
Selengkapnya