Suarakampus.com– Adu strategi dalam lomba catur Pekan Kreativitas Mahasiswa Universitas (PKMU) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang terlihat saat peserta saling menguji kemampuan bertahan di papan catur. Setiap peserta berusaha mencari peluang di papan catur untuk mengungguli lawan, Minggu (12/04)
Salah satu peserta, Aulia Neka Fitri menyampaikan, keikutsertaannya bertujuan untuk menguji kemampuan diri. “Saya ingin mencoba kemampuan saat menghadapi lawan secara langsung,” sampainya.
Aulia menjelaskan, persiapan dilakukan dengan latihan rutin serta menjaga fokus saat bertanding. “Saya juga berusaha menjaga kondisi pikiran agar tetap tenang,” jelasnya.
Aulia mengungkapkan strategi yang digunakan adalah memanfaatkan kelemahan lawan dengan permainan agresif. “Saya cenderung menyerang sejak awal untuk menekan lawan,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan. “Kadang saya terlalu agresif, jadi harus belajar mengontrol tempo permainan,” tambahnya.
Peserta lainnya, M. Riski Ramadan memaparkan, lomba ini menjadi sarana mengasah kemampuan berpikir. “Catur ini termasuk cara untuk melatih berpikir,” paparnya.
Riski menjelaskan, persiapan dilakukan dengan mempelajari strategi pembukaan permainan. “Saya belajar rumus opening dari berbagai referensi,” jelasnya.
Riski mengaku, dirinya lebih mengandalkan strategi menyerang di awal permainan. “Saya lebih fokus pada penyerangan karena masih kurang di pertahanan,” tuturnya.
Sementara itu, wasit lomba, Melani Novita Sari menjelaskan, sistem pertandingan menggunakan sistem Swiss dengan lima babak. “Semua peserta tetap bertanding hingga akhir dengan perhitungan poin secara digital,” jelasnya.
Melani menambahkan, aturan pertandingan diterapkan untuk menjaga ketertiban. “Pelanggaran seperti ilegal move dibatasi dan jika melebihi batas maka pemain dinyatakan kalah,” tambahnya.
Ia menegaskan, keputusan wasit menjadi penentu jika terjadi pelanggaran atau perselisihan. “Keputusan mutlak di tangan wasit sesuai kesepakatan Technical Meeting,” tutupnya. (Raf)
Wartawan : Nur Hanifah (Mg)