Suarakampus.com – Mutiara Hardewita, Wisudawati Program Studi (Prodi) Aqidah Filsafat Islam (AFI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, membagikan kisah perjuangannya yang mengantarkannya meraih prestasi akademik di tengah keterbatasan ekonomi. Ia mengungkapkan, kesadaran, disiplin, serta dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam perjalanannya, Minggu (19/04).
Mutiara menjelaskan, ia berasal dari keluarga sederhana dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, namun keluarganya tetap berusaha memberikan dukungan. “ Mereka selalu berusaha agar saya dapat melanjutkan pendidikan dengan baik, ” jelasnya.
Ia menilai, kesadaran dan kedisiplinan menjadi faktor utama yang membantunya meraih keberhasilan selama kuliah. “ Saya percaya bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan mempengaruhi masa depan, ” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar selama menempuh pendidikan adalah kondisi perekonomian keluarga yang terbatas. “ Tetapi saya berusaha tetap melangkah meskipun keadaan tidak selalu mudah,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, sosok yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah sang ibu yang selalu memberi kekuatan. “ sementara inspirasi terbesar bagi saya adalah Nabi Muhammad SAW yang berjuang demi umatnya, ” sebutnya.
Mutiara menambahkan, Selain fokus pada akademik, ia juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). ” Melalui organisasi saya belajar melihat berbagai sudut pandang dan memahami banyak hal, ” tambahnya.
Selain itu, ia selalu membagi waktu antara kuliah dan kegiatan lain, berusaha menjalani semuanya dengan kesadaran untuk memilih hal yang lebih bermanfaat. “ Kita harus menikmati setiap aktivitas, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak meremehkan hal kecil, ” tegasnya.
Ia menyatakan, cara menjaga konsistensi belajar adalah dengan menjalani proses secara perlahan tanpa memaksakan diri. “ Saya berusaha terus maju, menemukan hal-hal baru, ” katanya.
Bagi Mutiara, pencapaian akademik bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan motivasi untuk terus berkembang di masa depan. “ Lulusan terbaik bukanlah akhir, tetapi pengingat bahwa kita harus terus berusaha dan berkarya lebih baik,” tutupnya. (Raf)
Wartawan: Zahra Zaqhira Pilli (Mg)