Suarakampus.com– Perbaikan titik longsor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang mulai dikerjakan sejak Sabtu (18/04) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Prasarana Strategis. Pengerjaan ini merupakan upaya penanganan seluruh titik longsor di lingkungan kampus, Selasa (21/04).
Wakil Rektor (WR) II, Lukmanul Hakim menyebut, proses pengerjaan turap FEBI sepenuhnya ditangani oleh PU Prasarana Strategis. “Kita bersyukur dengan bantuan ini, dan pengerjaannya langsung ditangani oleh PU Prasarana Strategis,” sebutnya.
Lukman menjelaskan, pada tahap awal pengerjaan difokuskan pada area turap terdampak longsor di FEBI. “Ini memang prioritas kita karena mahasiswa belajar disana,” jelasnya.
Lukman mengaku, turap termasuk permasalah krusial. “Sebisa mungkin selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.
Menurut Lukman, total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan mencapai Rp27,3 miliar mencakup seluruh titik longsor selingkup kampus. “Anggaran ini sudah masuk ke Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), artinya tinggal tahap eksekusi,” tuturnya.
Menambahkan jawaban, Lukman memaparkan, material untuk pengerjaan seperti pagar pengaman sudah didatangkan ke lokasi sejak awal pekerjaan dimulai. “Sabtu kemarin bahan untuk pemagaran sudah masuk ke lokasi,” paparnya.
Terkait aktivitas perkuliahan, Lukman memastikan proses perbaikan tidak mengganggu kegiatan belajar mahasiswa. “Hanya saja kami meminta mahasiswa bersabar terlebih dahulu karena pengalihan jalan utama dan parkiran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lukman mengungkapkan, mengenai estimasi waktu penyelesaian proyek, belum dapat dipastikan. “Yang jelas, pengerjaan ini ditargetkan selesai di tahun 2026,” tegasnya.
Untuk tenaga kerja, Lukman menyampaikan proyek ini melibatkan pekerja dari luar daerah dan lokal secara bertahap sesuai kebutuhan pengerjaan. “Pekerjanya campuran, ada dari Jawa dan juga dari Padang,” tuturnya.
Ia berharap, proses perbaikan dapat segera selesai sehingga aktivitas perkuliahan kembali normal dan lebih aman. “Harapannya mahasiswa bisa kuliah dengan nyaman tanpa rasa khawatir,” harapnya. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika