Suarakampus.com – Setelah mengikuti pelatihan soft skill digital selama tiga hari, sebanyak 59 peserta dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang ikuti ujian Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Labor Komputer Gedung J. Ujian tersebut menjadi tahap akhir untuk mengukur kompetensi peserta pada bidang yang ditekuni. Rabu (03/06)
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FUSA, Sefriyono. Selanjutnya, arahan yang disampaikan oleh perwakilan instruktur dan asesor, Rahmad Budi Utomo, dan diakhiri dengan pelaksanaan uji kompetensi yang dipandu oleh para asesor .
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUSA, Sefriyono, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FUSA, Ilhamni, instruktur sekaligus asessor dalam kegiatan, serta peserta. Adapun skema sertifikasi yang diujikan meliputi:
- Konten Kreator,
- Video Editing,
- Desain Grafis.
Dekan FUSA, Sefriyono menyampaikan, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu upaya untuk mengukur kemampuan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan yang telah dilaksanakan selama tiga hari. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan percaya diri dan memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh.
“Jika mampu mengikuti ujian dengan baik, mahasiswa tidak hanya memperoleh sertifikat BNSP, tetapi juga sertifikat pendamping yang menjadi nilai tambah dalam menghadapi dunia kerja. Keterampilan digital seperti konten kreator, video editing, dan desain grafis merupakan bekal penting yang dapat mendukung kompetensi utama mahasiswa,” ujarnya didepan forum.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, terus mengembangkan diri, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Sementara itu, perwakilan instruktur dan asesor, Rahmad Budi Utomo menjelaskan, perkembangan teknologi digital saat ini telah menjadi bagian dari hampir seluruh bidang keilmuan. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Apapun bidang ilmunya, saat ini hampir semuanya bersinggungan dengan teknologi dan media digital. Sertifikat kompetensi yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia industri maupun dunia profesional,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar terus menjaga semangat belajar dan mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, tantangan sesungguhnya akan dimulai ketika mahasiswa memasuki dunia kerja sebagai alumni.
Sebelum pelaksanaan uji kompetensi, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) antara FUSA UIN Imam Bonjol Padang dan LSP Teknologi Digital Jakarta sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama dan pelaksanaan uji kompetensi hingga selesai. (Raf)
Wartawan: Zahra Mustika