Redaksi dan Bisnis Jadi Dua Pilar Perusahaan Pers, Demikian Ujar Emil Mahmud

Emil Mahmud. Sumber : Zahra Mustika/Suarakampus.com

Suarakampus.com– Struktur perusahaan pers terdiri atas dua pilar utama, yakni redaksi dan bisnis, yang memiliki peran berbeda dalam menjaga kualitas pemberitaan sekaligus keberlangsungan media. Pembagian fungsi tersebut dipaparkan Emil Mahmud dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Madya (PJTM), Sabtu (13/6).

Emil Mahmud menyebutkan, redaksi dan bisnis harus bekerja dalam ranah yang berbeda, tetapi saling berkaitan. “Redaksi bertanggung jawab terhadap produksi konten jurnalistik, sementara bagian bisnis memastikan operasional perusahaan tetap berjalan,” sebutnya.

Ia melanjutkan, proses produksi berita melibatkan berbagai jenjang kerja mulai dari reporter, editor, redaktur, hingga pemimpin redaksi. “Semua bekerja untuk memastikan kualitas konten yang dipublikasikan,” lanjutnya.

Menurutnya, pilar bisnis mencakup sejumlah divisi pendukung, seperti sumber daya manusia, keuangan, teknik, dan pemasaran. “Keberadaan divisi-divisi tersebut menjadi penopang operasional perusahaan media di luar kerja pemberitaan,” tuturnya.

Dalam proses produksi berita, Emil mengatakan, setiap karya jurnalistik harus melalui tahapan verifikasi dan penyuntingan sebelum dipublikasikan. “Berita harus dapat dipertanggungjawabkan karena media memiliki tanggung jawab kepada publik,” katanya.

Ia juga menjelaskan, profesionalisme wartawan di Indonesia diukur melalui jenjang kompetensi yang terdiri atas wartawan muda, madya, dan utama. “Jenjang tersebut diperoleh melalui uji kompetensi wartawan (UKW) dan menjadi standar profesionalisme wartawan,” jelasnya.

Menanggapi tantangan keterbatasan jumlah reporter di sejumlah media, Emil menilai koordinasi dan perencanaan redaksi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pemberitaan. “Reporter harus diberi arahan yang jelas sejak awal,” ujarnya.

Selain itu, Emil memaparkan, rapat redaksi merupakan sebagai forum strategis untuk mengevaluasi hasil kerja.”Selain itu, rapat redaksi dapat mengevaluasi dan menentukan isu yang diprioritaskan,” paparnya.

Pada akhir pemaparannya, Emil menegaskan, keberhasilan media tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk jurnalistik. “Keberhasilan justru sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam mengelola tim,” tegasnya. (rar)

Wartawan: Irfannov Zacky Aji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Liputan Mendalam Harus Diawali dengan TOR

Next Post

Kata Aulia Rizal, Persma Adalah Ekosistem Pers yang Harus Dilindungi

Related Posts