Akhir yang Tandus

Ilustrasi: Elsa/suarakampus.com

Oleh: Ilda Aisyah

(Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang)

Langit kelabu menyelimuti
Memantulkan jiwa yang hampa dan sunyi
Langkah kaki menapaki bumi tandus
Mencari secercah harapan yang kian pudar

Dedaunan kering beterbangan
Terbawa angin yang dingin dan menusuk
Pohon-pohon gersang berdiri kokoh
Menyaksikan akhir yang semakin mendekat

Burung-burung telah pergi
Meninggalkan keheningan yang mencekam
Hanya suara angin yang menderu
Menemani perjalanan menuju kehampaan

Di ufuk sana, terlihat bayangan kelam
Menandakan akhir dari segalanya
Hati diliputi rasa sesak dan pilu
Menyadari bahwa semua akan segera berakhir

Namun, di tengah keterpurukan
Sebuah benih kecil mulai bertunas
Memberi secercah harapan baru
Bahwa kehidupan akan kembali bersemi

Akhir yang tandus bukan berarti akhir dari segalanya
Tetapi awal dari sebuah permulaan baru
Dengan tekad dan keyakinan
Kita dapat bangkit dan membangun kembali.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pelabuhan Maya

Next Post

Rasa dan Waktu

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty