Aktif Mengabdi di Masjid, Aydil Fadly Sandang Bintang Aktivis Kampus

Suarakampus.com – Mengisi mimbar masjid sebagai imam sekaligus aktif memimpin organisasi menjadi bagian dari perjalanan Aydil Fadly selama menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Dedikasi itu mengantarkannya meraih predikat Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda ke-96, Rabu (29/7).

Bagi Aydil, kehidupan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik. Menurutnya, organisasi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan memimpin, mengelola waktu, menyelesaikan konflik, hingga membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum.

Perjalanan organisasinya dimulai saat bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Baitul Qur’an. Berawal sebagai anggota, ia kemudian dipercaya menjabat Ketua Umum UKM Baitul Qur’an periode 2025.

Selain itu, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga ini juga aktif sebagai Staf Keagamaan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga dan Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Dharmasraya UIN Imam Bonjol Padang.

Di luar aktivitas kampus, Aydil tetap mengabdikan diri kepada masyarakat sebagai imam masjid dan guru mengaji. Baginya, pengabdian tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab untuk menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Komitmennya di bidang Al-Qur’an turut dibuktikan melalui berbagai prestasi. Ia meraih Juara Harapan 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi dan Juara 2 MTQ pada FKM Fair Nasional Universitas Andalas.

Aydil juga mencatatkan prestasi sebagai Juara 1 MTQ PKM Fakultas Syariah, Juara 1 MHQ PKM Fakultas Syariah, Juara 2 MTQ PKM UIN Imam Bonjol Padang, Juara 2 MTQ Mahasiswa se-Sumatera Barat di Universitas Negeri Padang, serta Juara 1 MTQ tingkat Kabupaten Dharmasraya.

Menurut Aydil, pengalaman paling berkesan adalah ketika meraih Juara Harapan 3 MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat. Saat itu, ia harus membagi fokus antara persiapan lomba, penyelesaian skripsi, dan tanggung jawab sebagai Ketua Umum UKM Baitul Qur’an.

Untuk menjaga seluruh aktivitas tetap berjalan, Aydil menerapkan skala prioritas dalam menyelesaikan pekerjaan. Ia memilih menyelesaikan tugas yang paling mendesak lebih dahulu agar tanggung jawab akademik, organisasi, dan pengabdian tetap seimbang.

“Dilarang mau instan saja. Hargai dan nikmati proses, karena sejatinya ujian-ujian itulah yang akan membentuk jati diri ataupun karakter diri kita,” ujarnya.

Aydil memandang predikat Bintang Aktivis Kampus bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari proses panjang selama menjadi mahasiswa. Ia berharap semangat untuk aktif dan memberi manfaat tetap dapat dibawa setelah menyelesaikan pendidikan.

“Mari kita tetap selalu menebar manfaat di tengah-tengah masyarakat. Semoga ilmu-ilmu yang kita pelajari bermanfaat, berkah, dan sukses selalu buat teman-teman,” tutupnya. (raf)

Wartawan: Aisyah Nurlaili Arinda (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Sofi Asri Tutup Kuliah dengan Predikat Bintang Aktivis Kampus

Next Post

Farra Peneliti BRIN Rabiul Raih Predikat Bintang Aktivis Kampus

Related Posts