Anak Penderes Getah Raih Predikat Terbaik

Wisudawan terbaik SPI, Efri Jayanti Nasution, sedang memegang piagam. Sumber : Dokumentasi pribadi narasumber.

Suarakampus.com– Berasal dari keluarga sederhana tidak menjadi penghalang bagi Efri Jayanti Nasution untuk meraih prestasi. Ia berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari Program Studi (Prodi) Sejarah Peradaban Islam (SPI), Sabtu (18/04).

Efri mengungkapkan, predikat wisudawan terbaik adalah kebanggaan. “Ini juga bentuk pengabdian kepada orang tua,” ungkapnya.

Penyabet gelar wisudawan terbaik ini melanjutkan, orang tua saya hanya seorang penderes getah dan berpendidikan sederhana. “Meski demikian, mereka selalu bercita-cita menyekolahkan anaknya setinggi mungkin,” lanjutnya.

Wisudawati ini menambahkan, keberhasilannya meraih Indeks Penilaian Kumulatif (IPK) tinggi diperoleh dengan kedisiplinan dalam mengikuti perkuliahan. “Kita juga harus aktif dan memahami materi,” tambahnya.

Saat diwawancarai wartawan suarakampus.com, Efri menyebut, malas adalah tantangan terbesar dalam pendidikan. “Kita harus punya niat kuat, dan selalu meminta kepada Allah,” sebutnya.

Menurutnya, latar belakang pendidikan dari pondok salafiyah membuatnya terkendala dalam perkuliahan. “Saya tidak terbiasa dengan teknologi,” ujarnya kepada tim suarakampus.com.

Melanjutkan jawaban, Efri mengaku perkembangan dirinya mulai terasa saat aktif berorganisasi. “Saya mendapat teman dan membangun relasi yang banyak,” ujarnya.

Efri menyebut, orang tua adalah sosok paling berpengaruh dalam perjalanan akademiknya. “Selain mereka, rekan sejawat dan dosen juga sangat membantu dalam memberi dukungan,” sebutnya.

Selama kuliah, Lulusan terbaik ini aktif dalam organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) SPI dan organisasi eksternal DPD KAMUS Kota Padang. “Disini, saya banyak belajar dan berproses baik di luar daerah maupun luar negeri,” jelasnya.

Dalam menjalani aktivitas kuliah dan organisasi, mahasiswi FAH ini memilih menikmati setiap proses. “Kita harus menjalani proses untuk memetik hasil,” terangnya.

Untuk menjaga semangat belajar, wisudawati ini mengandalkan lingkungan pertemanan yang positif. “Kalau punya teman yang suka belajar bareng, itu membuat kita lebih giat,” tuturnya.

Ia berharap, pencapaian tersebut dapat membanggakan orang tua. “Semoga ke depan bisa terus berkembang dan selalu mengevaluasi diri,” harapnya memungkas wawancara. (Fau)

Wartawan : Zahra Mustika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kepadatan Lalu Lintas Wisuda UIN IB Meningkat Lima Kali Lipat

Next Post

Pedagang Bucket Raup Omzet di Momen Wisuda UIN IB

Related Posts