Arab Saudi Siapkan Pendidikan Islam Masa Depan Lewat Visi 2030

Suarakampus.comInternational Office UIN Imam Bonjol Padang, menyelenggarakan webinar bertajuk Smart University dan Masa Depan Pendidikan Islam di Dunia Arab dan Asia Tenggara. Menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, Jumat (02/05).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh menyampaikan, bahwa Arab Saudi sedang membentuk wajah baru yang lebih terbuka dan inklusif. “Transformasi ini dijalankan melalui program Visi 2030,” ungkapnya.

Muhammad Irfan menuturkan, transformasi tersebut menyasar sektor sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Hal tersebut juga didukung oleh digitalisasi pada sektor pendidikan. “Semua sektor bergerak serentak untuk pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa sistem pendidikan tinggi di Arab Saudi berbasis pada tiga pilar utama. “Yaitu pengajaran, riset dan inovasi, serta pengabdian masyarakat,” ucapnya.

Diplomat senior itu menyebutkan, Arab Saudi membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asing melalui sistem satu pintu. “Beasiswa penuh maupun parsial tersedia di seluruh perguruan tinggi,” jelasnya.

Kemudian ia memaparkan, bahwa Universitas Islam Madinah menerima hingga 90 persen mahasiswa internasional. “Jumlah ini menjadikan kampus tersebut sebagai tujuan utama pelajar asing,” katanya.

Pejabat KBRI tersebut menjelaskan, bahwa Arab Saudi memiliki 26 perguruan tinggi negeri dengan jurusan lengkap. “Peluang diterima lebih besar di kampus yang berada jauh dari kota besar,” katanya.

Lanjutnta, Visi 2030 juga mendorong peran perempuan dalam pendidikan dan dunia kerja publik. “Contohnya, Princess Norah University didirikan khusus untuk perempuan,” jelasnya.

Kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia terbuka luas dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen. “Program ini menjembatani akses ke pendidikan global,” Ungkapnya.

Terakhir ia menegaskan, KBRI Riyadh mendukung hak pendidikan warga negara Indonesia di Arab Saudi. “Kami hadir sebagai pelindung hak pendidikan sesuai amanat konstitusi,” pungkasnya. (Red)

Wartawan: Najwalin Syofura, Verlandi Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN Imam Bonjol Percepat Digitalisasi Menuju Smart University

Next Post

3 Mahasiswa KPI Menangkan Perlombaan MSQ Pada PKM-F

Related Posts