Catatan Perjalanan Anak Sopir Jadi Guru Besar

Judul Buku: Pengabdian Tanpa Akhir (Catatan Perjalanan Anak Sopir Jadi Guru Besar)
Penulis: Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd
Editor: Dr. Asep Ajidin, S.Pd.I, MH
Penerbit: CV Oman Publishing
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 244
Resensiator: Alvi Rusyda (Mahasiswi Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang

Membaca buku ini membuat pembaca termasuk saya sendiri sebagai mahasiswa, termotivasi, salut, dan bangga pernah belajar, dan bergaul dengan Bapak Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd. Tanpa terasa Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Imam Bonjol Padang ini menuju masa purnabakti sebagai ASN di Kampus UIN Imam Bonjol Padang.

Buku ini mengupas perjalanan hidup bapak Prof. H. Syafruddin Nurdin, M. Pd, mulai sejak beliau menempuh pendidikan dasar, sampai menjadi guru besar di almamater tercinta. Tentu banyak suka dan duka yang beliau lewati. Beliau bisa membuktikan seorang anak sopir, bisa menjadi orang sukses yang bermanfaat bagi umat.

Prof. Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Pd, lahir pada 07 November 1951 di Lubuh Kota Padang. Ibunya bernama Hj. Dauyah (wafat 1963), dan Ayah H. Noerdin ( Wafat 1976) Berasal dari keluarga yang memperhatikan pendidikan agama. Ayah beliau bekerja sebagai sopir di PT Semen Padang di Indarung. Ibunya wafat ketika beliau kelas 5 SD. Beliau diasuh Ayah dan keluarganya. Sejak kecil beliau sudah mendapatkan pendidikan agama dan kemandirian dari ayahnya. Setelah menamatkan pendidikan SD, beliau melanjutkan pendidikan Ke PGAN selama 6 tahun. Kemudian melanjutkan kuliah sarjana muda (BA) ke kampus IAIN (UIN Imam Bonjol Padang), dengan jurusan Tadris Bahasa Inggris. Setelah tamat beliau mengajar bahasa Inggris di SD Semen Padang. Beliau terus melanjutkan kuliah sarjana lengkap ( Doktoral) di IAIN Imam Bonjol Padang, dengan jurusan Pendidikan Agama Islam. Setelah beliau pindah mengajar ke kampus, semangat menuntut ilmu terus menggebu, beliau melanjutkan studi S2 dan S3 ke IKIP (UPI Bandung) dengan jurusan pengembangan kurikulum.

Sejak usia sekolah sampai menjadi guru besar UIN Imam Bonjol Padang, beliau sudah aktif dalam kegiatan olahraga, pramuka, dan kegiatan sosial lainnya. Tentu segudang prestasi sudah dikantonginya, di antaranya menjadi Pengurus Pramuka Kwarda Sumatera Barat, pramuka ini yang mengantarkannya mengikuti The Sixth Islamic Rover Moot di Saudi Arabia pada tahun 1974, sekaligus melaksanakan ibadah haji pada usia 23 tahun, Masya Allah. Dalam bidang olahraga, prestasi beliau hobi bermain bola Volly, beliau terkenal jago dengan “Smash” tentu sudah banyak prestasi yang beliau torehkan bersama tim, sejak di sekolah dan perguruan tinggi.

Pengabdian beliau dalam pendidikan patut diacungi jempol. Selama bertugas di kampus UIN Imam Bonjol Padang, guru besar pengembangan kurikulum ini, pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah ( FTIK) UIN Imam Bonjol Padang, Pembantu Rektor I, Wakil Kopertais, pengurus senat, dosen tamu di berbagai universitas di Indonesia, dan jabatan lainnya. Berkat kecerdasan dan loyalitas beliau, banyak memberikan sumbangsih demi kemajuan kampus. Karya tulis berupa buku dan jurnal ilmiah, menjadi rujukan bagi mahasiswa dan pihak yang membutuhkan, terutama yang yang berhubungan dengan pendidikan.

Bapak Haji Syaf, begitulah panggilan akrabnya. Beliau dikenal dengan tipe berpenampilan rapi, disiplin, tegas ramah, loyalitas, supel, tanggung jawab dengan amanah yang diemban, dan masih banyak karakter positif yang bisa jadi teladan. Salah satu kesan yang mendalam bagi orang yang mengenal beliau, Pak Haji memiliki tulisan yang rapi, dan mudah mengingat nama orang, termasuk nama mahasiswa yang sudah alumni. Beliau juga bisa menempatkan diri di manapun berada, sehingga semua orang menghargai, dan menyenangi beliau.

Buku autobiografi ini sangat bagus sekali, bahasanya mudah dipahami, banyak ilmu yang didapatkan. Banyak keteladanan yang penulis contohkan, supaya semangat dan bersungguh-sungguh, dalam menempuh pendidikan yang penuh suka dan duka. Penulis memberikan ilmu yang bermanfaat bagi pembaca seperti mengutip dalil al-Qur’an dan hadits, dan melampirkan dokumentasi kegiatan yang diikuti, serta pandangan sahabatnya mengenai biografinya, sehingga buku ini terasa hidup, dan tiap baris kalimat terasa bermakna. Tidak cukup lembaran ini untuk mengupas secara menyeluruh, kecuali harus memiliki.

Semoga ilmu, pengabdian, dan keteladanan, dan yang beliau berikan kepada masyarakat, menjadi amal jariyah bagi pak Haji. Walaupun sudah purnabakti tugas , pengabdian kepada masyarakat belum berakhir. Barakallahu fik, salam takzim dari pembaca.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

2023 Mendatang, FDIK Akan Dipindahkan ke Kampus III

Next Post

Sebuah Kajian Atas Kebijakan Kampus

Related Posts

Kamus Hidup

Oleh: Ulfa Desnawati Langit biru kian membisuMenyimpan misteri yang belum terkuakSesekali bicara peredam amarah yang terpendamAh…roda kehidupan terus…
Selengkapnya
Total
1
Share