Oleh: Manisma Habibayana
(Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang)
Mulai saat itu aku membencinya
Membenci setiap sisi darinya
Tentang mengapa dia begitu tega
Tentang mengapa harus dia orangnya
Membenci rasa yang terlanjur tumbuh
Kemudian terpaksa goyah dan rapuh
Padahal bunganya sudah mulai mekar
Kini tinggal di selimuti semak belukar
Begitulah ujung dari cintaku
Kemana perginya tawa dan senyummu
Setelah kau dapat hatiku,
Kau pamit dan meminta izin dariku
Semudah itu mencampakkan seorang gadis
Tapi tak apa, rasa juga tak selamanya sama
Semesta tak akan lelah memberi celah berbeda
Semoga lebih elok penggantinya
Padang, 23 Juni 2022