Oleh: zahra zaqhira pilli
(Mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB)
Tuan
Aku telah mati dalam diam
Tertimbun asa yang Tuan tabur
Tapi tak pernah Tuan sirami dengan kasih.
Lenteraku padam di beranda malam
Tak sudi lagi menanti angin
Yang datang sebentar
Meninggalkan dingin.
Tubuh ini merelakan duri
Bukan karena tak perih
Namun cinta lihai menyamar jadi belai.
Aku kini hanya nisan tak bernama
Di kuburan harapan yang membusuk
Disiram kecewa hingga habis tak bersisa.