Demonstrasi UIN IB Berakhir Tanpa Jawaban Kajati

Potret penyampaian mosi tidak percaya Kejati Sumbar. Sumber : Suarakampus.com

Suarakampus.com – Demonstrasi mahasiswa UIN Imam Bonjol (UIN IB) Padang di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat berakhir tanpa jawaban langsung dari Kepala Kejati Sumbar, Kamis (27/8).

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN IB Ulil Amri mengatakan, saat aksi massa ditemui perwakilan Kejati Sumbar yang mengaku baru tiga bulan bekerja di instansi tersebut.

Menurutnya, perwakilan tersebut tidak dapat memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus dugaan korupsi UIN IB dengan alasan pimpinan Kejati Sumbar tidak berada di lokasi.

“Kami berharap Kejati memberi jawaban konkret secara media ataupun secara personal nantinya kepada kita di UIN Imam Bonjol Padang,” ujar Ulil.

Kejati Sebut Kasus Segera Dilimpahkan

Meski tidak mendapat jawaban langsung dari Kajati Sumbar, massa mendapat pernyataan dari salah satu perwakilan Kejati Sumbar yang hadir di tengah aksi.

Perwakilan yang mengenakan baju biru menyampaikan kasus dugaan korupsi UIN IB akan segera dilimpahkan ke persidangan.

“Saat ini kasus akan segera dilimpahkan ke persidangan,” ujarnya di hadapan massa.

Ulil mengatakan, mahasiswa mempertanyakan perkembangan kasus setelah tiga tersangka ditetapkan dan ditahan di Rutan Anak Air.

“Informasi terakhir yang kami terima adalah tiga tersangka sudah ditahan di Rutan Anak Air. Namun, hingga hari ini belum ada informasi lanjutan terkait ketiganya,” katanya.

Kajati Tak Temui Massa

Ulil juga menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Kajati Sumbar karena tidak menemui massa secara langsung.

“Kami sampaikan juga mosi tidak percaya pada Kajati Sumbar karena tidak berani menemui massa aksi,” ujarnya.

Aksi sempat diwarnai bentrokan antara mahasiswa dan aparat setelah massa berupaya masuk ke gedung Kejati Sumbar untuk memastikan keberadaan Kajati.

Meski demikian, Ulil mengatakan aksi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Komitmen Massa Aksi

Ulil berkomitmen untuk terus mengawal kasus dugaan korupsi di lingkungan UIN IB.

“Kami tidak ingin ada kasus korupsi di UIN IB Padang,” tuturnya.

Di akhir wawancara, ia menjelaskan mahasiswa ingin kasus korupsi diselesaikan sesuai aturan agar persoalan tersebut tidak terus melekat pada UIN IB dan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap kampus.

“Bukan ingin menjelekkan kampus, tapi kami ingin yang jelek itu segera terhapuskan,” tutupnya. (rar)

Wartawan: Irfanov Zacky Aji (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kejati Sumbar Dinilai Lamban, Mahasiswa UIN IB Desak Penuntasan Dugaan Korupsi

Next Post

Warga Temukan Mayat di Pemandian Sungai Bangek

Related Posts