Diklatsar LPM Suara Kampus 2025: Wadah Lahirnya Regenerasi Jurnalis Muda yang Kreatif

Sumber: Mustika Zahra

Suarakampus.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, resmi menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) 2025 di aula Perpustakaan Kampus II Lubuak Lintah lantai 3. Ini merupakan langkah awal pembentukan calon anggota baru. Selasa, (08/11).

Tahun ini, diklatsar mengusung tema “Melahirkan Regenerasi Kreatif, Mengasah Potensi Jurnalis, dan Berkarya di Suara Kampus. Ketua Panitia, Fauziah Maharatih, dalam laporannya menyampaikan bahwa panitia kegiatan telah dibentuk pada 28 Agustus 2025 dengan jumlah sebanyak 20 orang. Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan didanai dari insert peserta serta dukungan sponsor yang berperan dalam keberlangsungan acara.“Melalui tema ini, kami berharap dapat melahirkan generasi baru yang memiliki semangat berkarya, berpikir kritis, dan berani menyalurkan ide melalui tulisan serta karya jurnalistik,” ujarnya.

Fauziah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pimpinan, dan pengurus LPM Suara Kampus yang telah bekerja keras serta memberikan dukungan penuh hingga kegiatan terlaksana dengan baik. Ia menambahkan, Diklatsar diharapkan mampu memberikan pengalaman baru dan memperkuat semangat para peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Suara Kampus.

Sementara itu, Pimpinan Umum LPM Suara Kampus, Ummi Nadia, menegaskan bahwa, kegiatan Diklatsar merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran penting dalam proses kaderisasi pers mahasiswa. “Jangan pernah takut selama berada di jalan kebenaran, karena Suara Kampus selalu menantikan karya-karya terbaik dari teman-teman semua,” ucap Ummi dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ghafar Andi, alumni Suara Kampus, yang berbagi pengalaman serta motivasi kepada peserta. Ia menuturkan bahwa kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak lepas dari proses yang ditempuh selama menjadi bagian dari Suara Kampus.

“Keberhasilan saya saat ini berasal dari Suara Kampus. Selama delapan semester saya belajar di sini, banyak hal yang berdampak besar terhadap perjalanan saya setelah kuliah,” ungkap Ghafar yang bergabung sejak tahun 2019 hingga 2023.

Ghafar menambahkan, Suara Kampus bukan hanya wadah belajar jurnalistik, tetapi juga tempat menempa diri, melatih disiplin, dan membangun integritas. Ia berpesan agar peserta dapat berkomitmen untuk bertahan dan konsisten menjalani proses di Suara Kampus hingga akhir masa studi.

 “Seleksi alam akan membuktikan siapa yang benar-benar bertahan. Jika teman-teman masuk dari semester satu, perjalanan ini akan berlanjut hingga semester tujuh bahkan delapan. Maka tetaplah konsisten dan terus belajar,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Ghafar juga menyinggung peralihan aktivitas LPM ke Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk berproses dan menghasilkan karya.

 “Sekarang tidak ada lagi alasan untuk tidak berkembang. Fasilitas dan wadah sudah tersedia, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.

Kegiatan Diklatsar ini kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan alumni LPM Suara Kampus. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa syukur karena lembaga ini masih terus konsisten melahirkan generasi jurnalis muda setiap tahunnya. 

“Alhamdulillah, LPM Suara Kampus tetap eksis dan terus melahirkan kader-kader baru. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui tulisan,” ucapnya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berisi pelatihan dasar jurnalistik, pengenalan organisasi, serta pembinaan nilai-nilai pers mahasiswa.

Dengan terlaksananya Diklatsar 2025 ini, LPM Suara Kampus diharapkan mampu terus menjadi kawah candradimuka bagi jurnalis muda kampus yang berintegritas, kreatif, dan siap berkontribusi dalam dunia pers dan komunikasi. (asr)

Wartawan : Anisafitritara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

SIMFES 2025 Angkat Tema Heritage Continues, Ajak Publik Menelusuri Jejak Waktu di Sawahlunto

Next Post

Viral Isu Feodalisme, Mahasiswa IAT Gelar Diskusi Cari Solusi Konkret

Related Posts