Diri yang Dirawat Mantra

Sumber: Isyana/Suarakampus.com

Zahra Zaqhira Pilli

(Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB)

Di tengah suara yang dikubur
Cahaya menyiratkan
luapan angin yang meraung di ruang gelap

Andai bayang terdalam ini diberi bunyi
Mungkin cakrawala pun akan retak sebab dalam sunyi itu berputar badai yang tak pernah diberi nama.

Saat kesunyian memasuki bayang
Sebuah mantra besar mengikat jiwaku agar tak runtuh di dera derumnya ombak

Meski gelap menetap di dadaku
Aku selalu berjalan dengan pelita yang tak pernah kupinta
Tapi selalu datang

Pelita itu mungkin berada jauh dari pandangan ku
Namun hangatnya terus merayap hingga ke dadaku

Dan setiap kali langkahku mulai goyah
Ada dua sinar senyap yang diam-diam menjahit kembali retakku

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN Imam Bonjol Padang Rencanakan Renovasi dan Alokasi Gedung di Kampus 2 Tahun 2026

Next Post

Ayah yang Tak Kunjung Pulang

Related Posts

Ku Sebut Kau Ayah

Oleh : Zahra Mustika(Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Imam Bonjol Padang) Nafas yang sesak merangkul duniaIa melangkah tak bersuaraSigap…
Selengkapnya