Zahra Zaqhira Pilli
(Mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB)
Di tengah suara yang dikubur
Cahaya menyiratkan
luapan angin yang meraung di ruang gelap
Andai bayang terdalam ini diberi bunyi
Mungkin cakrawala pun akan retak sebab dalam sunyi itu berputar badai yang tak pernah diberi nama.
Saat kesunyian memasuki bayang
Sebuah mantra besar mengikat jiwaku agar tak runtuh di dera derumnya ombak
Meski gelap menetap di dadaku
Aku selalu berjalan dengan pelita yang tak pernah kupinta
Tapi selalu datang
Pelita itu mungkin berada jauh dari pandangan ku
Namun hangatnya terus merayap hingga ke dadaku
Dan setiap kali langkahku mulai goyah
Ada dua sinar senyap yang diam-diam menjahit kembali retakku
😭😭😭 masyaallah sedih
puisi nya menusuk ke relung hati 🫶