Fadilla Ramadhani Kantongi Bintang Kampus

Suarakampus.com – Aktif di berbagai ruang kemahasiswaan mengantarkan Fadilla Ramadhani raih predikat Bintang Aktivis Kampus pada Wisuda Angkatan ke-96 UIN Imam Bonjol Padang. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor UIN Imam Bonjol Padang Nomor 1346 Tahun 2026 tentang daftar penerima predikat Bintang Aktivis Kampus, Rabu (29/7).

Selama menjadi mahasiswa, Fadilla terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua UKF Seni Sains dan Teknologi, staf DEMA, Bendahara FST Cup, anggota UKM Musik Kampus, panitia SEIBA, serta berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan kampus lainnya.

Menurutnya, keterlibatannya dalam organisasi berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan mempelajari hal baru yang tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Selain aktif berorganisasi, ia juga mencatatkan prestasi di bidang seni. Ia berhasil meraih Gold Medal pada SEIBA International 2024 dan 2025 dalam kategori Traditional Dance.

Ia mengaku tantangan terbesar selama menjalani aktivitas akademik dan organisasi adalah ketika harus membagi fokus di tengah banyaknya tanggung jawab yang berjalan bersamaan.

“Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah ketika banyak tanggung jawab harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Saya mengatasinya dengan mengatur jadwal sebaik mungkin dan memastikan setiap tanggung jawab diselesaikan sesuai dengan prioritasnya,” ujarnya.

Lulusan ini menjelaskan, penyusunan skala prioritas menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat berjalan secara maksimal. Ia membagi waktu berdasarkan tingkat urgensi dan kesulitan setiap tanggung jawab yang diemban.

“Dengan begitu, saya tetap dapat fokus pada perkuliahan tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.

Baginya, predikat Bintang Aktivis Kampus tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang diikuti, tetapi juga dari konsistensi, komitmen, dan kontribusi selama menjalankan peran sebagai mahasiswa.

“Proses seleksi tidak hanya menilai seberapa aktif seseorang, tetapi juga komitmen, kontribusi, dan kemampuan yang ditunjukkan selama mengikuti kegiatan kemahasiswaan,” katanya.

Selama berorganisasi, ia memperoleh pelajaran penting mengenai arti tanggung jawab dan konsistensi. Menurutnya, setiap amanah yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dapat memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan diri.

“Saya belajar bahwa setiap amanah yang dijalankan dengan sungguh-sungguh, sekecil apa pun perannya, tetap memiliki makna dan dampak yang besar,” tuturnya.

Kata dia, penghargaan tersebut adalah apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui selama menjadi mahasiswa. Baginya, masa kuliah bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Berkontribusi dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar adalah hal yang penting. Prestasi bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu beradaptasi dan memberikan dampak positif,” tutupnya. (fau)

Wartawan : Irfannov Zacky Aji (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Menyibak Jejak Muhammad Ikhsan, Aktivis SPI Wisudawan Angkatan -96 UIN IB

Next Post

Zimi Ahmat Akbar Ubah Pengalaman Protokoler Menjadi Prestasi

Related Posts