Filsafat Dinilai Penting dalam Arah Pendidikan Indonesia

Tangkapan layar ketika Maulida menyampaikan pendapatnya (Sumber: Olin/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Ubermenchy Philosophy mengadakan diskusi daring bertema Apa Jadinya Pendidikan Tanpa Filsafat yang menghadirkan Maulida Sri Handayani sebagai pembicara. Kegiatan ini membahas peran filsafat dalam memberikan solusi atas permasalahan pendidikan di era modern, Minggu (27/07).

Maulida menyebut filsafat mampu menjadi petunjuk dalam menghadapi kebuntuan persoalan. “Filsafat memberikan jalan keluar dari suatu masalah,” ujarnya.

Pembicara itu menjelaskan filsafat juga berperan dalam ranah hukum yang mengutamakan diskusi dan musyawarah sebelum keputusan diambil. “Sebelum sampai pada hukum, mereka pasti berdiskusi terlebih dahulu,” katanya.

Maulida menambahkan tidak semua aspek ilmu filsafat yang diajarkan di universitas bersifat positif. “Mahasiswa harus mampu mengambil sisi baik dari filsafat,” tuturnya.

Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi mengajarkan filsafat secara menyeluruh seperti mata kuliah umum lainnya. “Di kampus tertentu filsafat hanya diajarkan secara terbatas,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dalam menghubungkan teori filsafat yang abstrak dengan praktik nyata. “Ini menjadi tantangan besar dalam penerapan filsafat,” imbuhnya.

Maulida menegaskan filsafat harus adaptif agar relevan terhadap perubahan zaman. “Setiap era memiliki dinamika berbeda, sehingga filsafat perlu menyesuaikan,” pungkasnya. (ver)

Wartawan: Najwalin Syofura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswi UIN IB Raih Juara Satu Lomba Baca Berita Bahasa Arab Internasional

Next Post

Silek Pamenan Hati, Tradisi Minangkabau yang Terus Dilestarikan

Related Posts