FUSA UIN IB Gelar Seminar Nasional Bertajuk Tafsir Alquran di Era Disruptif

Pemateri dalam Seminar Nasional FUSA UIN Imam Bonjol Padang (Foto: Idhar/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang gelar Seminar Nasional bertajuk Tafsir Alquran di Era Disruptif. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Mansur Dt. Nagari Basa, Senin (06/12).

Seminar tersebut diisi oleh tiga Guru Besar dari berbagai kampus dengan sub tema yang berbeda.

Pemateri pertama, Guru Besar Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Syafri mengatakan kemajuan teknologi belakangan ini dapat jadi belati bermata ganda bagi tafsir Alquran.

Artificial Intelligence (AI) akan menggantikan tugas mufasir dan akses untuk mendapatkan tafsir ulama klasik dan kontemporer akan sangat mudah,” katanya.

Lanjutnya, kita tidak menutup mata tentang sisi positif dari kemajuan tersebut. Namun sisi negatifnya juga perlu menjadi perhatian. “Ditambah masyarakat kontemporer yang mendewakan rasio, sehingga tidak aneh lagi bila Alquran pun dirasionalisasikan,” jelasnya.

“Maka tugas kitalah, untuk memelihara Alquran dari distorsi tersebut,” harapnya.

Kemudian, pemateri kedua Guru Besar FUSA UIN Imam Bonjol Padang, Darwis Huda menuturkan jadi peran para ahli Alquran dalam menjaga keorisinilannya. “Lafadz Alquran tak akan berubah, karena masih ada para qari dan para penghafal Alquran yang memeliharanya,” tuturnya.

Lanjutnya, penafsiran Alquran akan banyak dikacaukan oleh para mufasir yang tidak mumpuni dalam ilmu tafsir sehingga merusak pemahaman masyarakat. “Di sinilah tugas kita mengawal pemahaman umat kepada penafsiran yang sebenarnya,” tambahnya.

Selanjutnya, pemateri terakhir Akademi Pendidikan Islam Afdhal Hidayat mengatakan generasi sekarang ini harus membangun semangat membaca Alquran. “Untuk mengubah dunia, harus dimulai dari diri sendiri melalui Alquran,” ungkapnya.

Afdal menyebutkan, bahwa pribadi yang qurani memiliki karakter ideal sebagai pemegang profesi apapun karena nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

“Dengan Alquran, kita keluar dari kebiasaan menuju hal luar biasa,” tutupnya. (gfr)

Wartawan : Idhar (Mg)

Total
0
Shares
2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UKM Pramuka UIN Imam Bonjol Lantik Delapan Anggota Pandega

Next Post

Sema FS UIN IB Gelar Dialog Publik Bersama Bawaslu RI

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty