HMP PMI UIN Salurkan 25 Karung Beras untuk Korban Banjir Mentawai

(Sumber: Rezki/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menyalurkan 25 karung beras untuk warga terdampak banjir di Kepulauan Mentawai melalui Posko Forum Mahasiswa Mentawai Sumatera Barat (FORMIMA Sumbar). Bantuan yang diserahkan bersama relawan lokal pada Sabtu (26/12) itu bertujuan memenuhi kebutuhan pangan warga di wilayah yang akses bantuannya masih terbatas.

Perwakilan HMP PMI, Muhammad Rezki mengatakan, informasi kondisi Mentawai diperoleh dari rekan seorganisasi yang pernah berkunjung ke lokasi bencana. “Saya tahu dari kawan yang pernah ke Mentawai dan menceritakan akses bantuan masih terbatas karena jalurnya menggunakan biduk,” katanya.

Rezki menuturkan, proses penyerahan bantuan berjalan lancar dan disambut hangat oleh mahasiswa Mentawai di posko relawan. “Alhamdulillah proses penyerahan berjalan lancar dan disambut ramah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa 25 karung beras dengan berat lima kilogram per karung untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. “Kami menyalurkan bantuan berupa 25 karung beras, satu kantongnya lima kilogram,” jelasnya.

Rezki berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana. “Semoga bantuan dari HMP PMI berguna dan dapat dimanfaatkan lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua HMP PMI, Agit Afrizal mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap sesama. “Ini tanggung jawab kita sebagai warga Indonesia, khususnya masyarakat Sumbar,” ungkapnya.

Agit Afrizal menjelaskan, beras tersebut merupakan hasil penggalangan dana FDIK Peduli yang dilakukan pada 27, 28, dan 29 November 2025. “Beras ini kami dapatkan dari penggalangan dana selama tiga hari,” jelasnya.

Ketua HMP PMI itu menambahkan, Mentawai dipilih sebagai lokasi penyaluran karena akses bantuan ke wilayah tersebut masih sangat minim. “Bantuan di sana masih minim karena akses jalan yang kurang memadai,” katanya.

Di sisi lain, relawan sekaligus warga Mentawai, Arjun Saluk Manai Satoinong, menyampaikan mekanisme pendistribusian dilakukan melalui jalur perairan menggunakan transportasi laut dan sungai. “Mekanisme penyaluran melalui transportasi laut dan sungai,” jelasnya.

Arjun memperkirakan proses penyaluran bantuan akan berlangsung sekitar satu minggu dengan penyesuaian kondisi lapangan. “Rencana penyaluran sekitar satu minggu, lebih kurang,” ujarnya.

Relawan tersebut berharap semangat kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya muncul pada saat bencana. “Lanjutkan perjuangan ini untuk kemanusiaan sampai akhir hayat,” pungkasnya. (ver)

Wartawan: Sofia Aulia Purnama (Mg), Muhammad Rezki (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Hari Putih

Next Post

Tradisi Maapam di Pasaman Barat Dijaga Sanggar dan Generasi Muda

Related Posts