Istiqamah Shalat Subuh Berjamaah, Pak Rozak Sontak Ditimpa Rezeki

Gambar seorang pemuda saat subuh untuk shalat berjamaah (Sumber: Pixabay)

Suarakampus.com- Hari menunjukkan pukul 4 pagi, Pak Rozak seorang pedagang bubur kacang hijau sedang mempersiapkan dagangannya. Beliau setiap harinya berjualan bubur kacang hijau yang dimulai dari pukul 6 pagi hingga 12 siang. Beliau tinggal bersama istri dan satu orang anaknya yang masih kecil berumur 5 tahun, istri beliau membantu untuk memasak bubur kacang hijau dan Pak Rozak yang nantinya akan menjual bubur kacang hijau buatan istrinya dengan menggunakan gerobak dorong.

Hidup dengan segala macam rasa pahit tidak sama sekali meragukannya untuk terus berjuang mencari nafkah demi memberi anak dan istrinya makan. Apapun yang menghasilkan uang halal akan dikerjakan semampunya tanpa mengeluh.

Usaha dagang bubur kacang hijau ini sudah Pak Rozak jalani sejak 10 tahun yang lalu dan telah sedikit banyaknya mengubah kehidupannya. Setiap hari beliau berdagang tidak selalu dagangannya habis bahkan pernah sama sekali tidak ada yang membeli. Tetapi hal itu tidak membuat Pak Rozak menyerah dan berputus asa seperti kata beliau “Rezeki sudah diatur oleh Allah, laku atau tidak jualan saya berarti itu rezeki dari Allah yang harus saya syukuri.”

Pak Rozak dikenal dengan orang yang dekat dengan agama, beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah disaat waktu azan sudah berkumandang, beliau langsung mencari masjid terdekat dan berhenti untuk melaksanakan shalat berjamaah, setelah menyelesaikan shalat, baru beliau lanjutkan kembali berdagang.

Pada waktu itu, beliau mendapatkan karunia rezeki dari Allah atas keistiqamahannya melaksanakan shalat berjamaah. Sekitar pukul 5 pagi sebelum beliau memulai berjualan, Pak Rozak berhenti di masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Setelah menyelesaikan shalat, saat beliau ingin melanjutkan berjualan, tiba-tiba datang seorang laki-laki berusia sekitar 50-an.

Laki-laki tersebut membeli dagangan Pak Rozak untuk semua jamaah subuh di masjid tempat Pak Rozak melaksanakan shalat subuh. Sontak Pak Rozak kaget dan mengucapkan terima kasih kepada laki-laki dermawan tersebut. Setelah itu, para jamaah berkumpul di sekitar gerobak Pak Rozak untuk mengambil bubur kacang hijau yang sudah dibeli oleh laki-laki dermawan tadi.

Beberapa menit kemudian, dagangan Pak Rozak sudah habis karena jamaah subuh di masjid tersebut cukup ramai dan dengan perasaan bahagia penuh haru Pak Rozak kembali ke rumahnya untuk menceritakan kepada istrinya apa yang sudah terjadi setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Motto hidup atau kata-kata motivasi yang membuat Pak Rozak dan istrinya semangat dalam menjalani hari adalah “Rezeki itu milik Allah jadi jangan pernah menjauhi sang pemilik rezeki tetapi dekatilah selalu agar kamu tidak rugi dunia dan akhirat,” kata Pak Rozak.

Penulis: Imel Fatricia (Mahasiswi UIN Imam Bonjol Padang)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Terekam Jejak

Next Post

Kurang Terjamah Wisatawan, Situjuah Menyimpan Destinasi Menarik

Total
0
Share