Oleh: Irfanov Zacky Aji
(Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syari’ah)
Seribu jalan sudah kulalui
Sekian langkah sudah ditelusuri
Akankah keajaiban tetap berarti
Di dunia yang sunyi ini.
Sandiwara berlipur lara
Memberikan karya tanpa nama
Jalan yang kini berubah cara
Dari terencana menjadi bencana.
Waktu terus mengeluh panjang
Memaksa jalan dengan garang
Bunyikanlah suara gagah layaknya beruang
Yang takkan kalah seperti pekikkannya elang.
Jalanku kini berubah haluan
Memang sama tetapi berbeda awalan
Kini aku hanya menatap panjang ganjaran
Dari jalan yang sudah aku pilihkan.
Dulunya memang menempuh sama
Tetapi yang sekarang berbeda
Jangan menyamakan langkah pertama
Karena tujuannya jelas berbeda.