BEM-SB Penuhi DPRD Sumbar, Aksi Berlangsung Hingga Magrib

Dokumentasi aksi massa didepan gedung DPRD (sumber: Jihan Dwi Rahayu/ Suarakampus.com)

Suarakampus.com- Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM-SB) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, Senin (15/6). Aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu menyebabkan kepadatan lalu lintas hingga pengalihan arus kendaraan di sekitar lokasi.

Menjelang aksi, suasana di sekitar Gedung DPRD Sumatera Barat masih terpantau lengang pada pukul 14.10 WIB. Sejumlah awak media mulai berdatangan untuk melakukan peliputan, sementara pelaku UMKM telah bersiap menjajakan dagangan di sekitar lokasi. Kondisi lalu lintas saat itu masih berjalan lancar.

Pada pukul 14.18 WIB, aparat kepolisian mulai berkumpul di halaman depan Gedung DPRD. Sejumlah personel keamanan juga ditempatkan di beberapa titik di dalam area gedung sebagai langkah pengamanan menjelang aksi.

Massa dari Universitas Negeri Padang (UNP) mulai tiba pada pukul 14.33 WIB dengan membawa sejumlah spanduk dan atribut aksi. Selanjutnya, pada pukul 15.05 WIB, massa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang datang menggunakan sepeda motor dan mobil pikap. Dua menit kemudian, arus lalu lintas mulai mengalami kepadatan meskipun kendaraan masih dapat bergerak.

Pada pukul 15.16 WIB, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam aksi BEM-SB mulai memadati lokasi demonstrasi. Mereka membawa sejumlah spanduk, bendera organisasi kemahasiswaan, serta properti aksi berupa keranda mayat berisi pocong tiruan sebagai simbol kritik terhadap kebijakan pemerintah. Bertambahnya jumlah peserta menyebabkan lalu lintas di sekitar lokasi mulai mengalami kemacetan.

Untuk menjaga kelancaran aksi, aparat kepolisian menutup sementara salah satu sisi jalan dan melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar area demonstrasi. Pada pukul 15.20 WIB, sejumlah peserta menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan nasional dan kinerja pemerintah. Aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar massa guna memantau jalannya aksi.

Tepat pukul 15.45 WIB, demonstrasi dihentikan sementara untuk pelaksanaan azan yang dipimpin oleh salah seorang mahasiswa UNP. Lima menit kemudian, peserta diberikan kesempatan untuk melaksanakan salat. Peserta perempuan melaksanakan salat di masjid, sedangkan peserta laki-laki melaksanakan salat berjamaah di depan Gedung DPRD yang berhadapan langsung dengan jalan raya.

Usai pelaksanaan salat, aksi kembali dilanjutkan pada pukul 16.19 WIB. Massa dari Universitas Andalas yang baru tiba kemudian bergabung pada pukul 16.32 WIB sehingga jumlah peserta aksi semakin bertambah. Hingga pukul 16.51 WIB, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat dengan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang beberapa kali berhenti.

Memasuki pukul 17.24 WIB, situasi di lokasi aksi semakin padat seiring bertambahnya massa yang memadati badan jalan. Pada pukul 17.44 WIB, aparat kepolisian mengalihkan arus lalu lintas karena kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas secara normal akibat terhalang peserta aksi.

Pada pukul 18.11 WIB, demonstrasi dinyatakan selesai dan massa mulai membubarkan diri. Lima menit kemudian, aparat kepolisian kembali menormalkan arus lalu lintas. Kendaraan dari kedua arah dapat melintas kembali dan kondisi jalan berangsur kembali lancar seperti semula. (Raf)

Wartawan: Jihan Dwi Rahayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Cak Imin Dorong Kampus Jadi Rujukan Persoalan Bangsa

Next Post

Cak Imin Dorong Kampus Jadi Rujukan Persoalan Bangsa

Related Posts