Mahasiswi Studi Agama Bangga Atas Gelar Guru Besar Dekan

(Sumber: Zahra/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Mahasiswi Program Studi Studi Agama-Agama mengaku bangga atas capaian Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Andri Ashadi, yang resmi menyandang gelar guru besar dalam bidang Studi dan Perdamaian Agama. Momen ini dianggap sebagai pemicu semangat akademik serta penguatan posisi prodi dalam pengembangan kajian keagamaan. Senin (13/05).

Salah seorang mahasiswi, Ileli, turut menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Saya baru mengenal beliau, tapi sudah menyaksikan perjuangannya,” ungkapnya. 

Ia mengungkapkan, sosok Andri Ashadi adalah pengajar tulus yang selalu memotivasi mahasiswa. “Kebanggaan terbesar karena beliau juga alumni studi agama-agama,” jelasnya. 

Ileli mengaku, sangat termotivasi melihat apa yang telah diraih sang dekan. “Saya Ingin bisa mengikuti jejak beliau suatu hari nanti,” tuturnya. 

Laila, mahasiswi lainnya, menyebut gelar ini sebagai pengakuan atas kontribusi intelektual dekan. “Saya sangat terinspirasi karena berada di bawah kepemimpinan yang dihormati secara nasional,” katanya. 

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga memperkuat reputasi serta kepercayaan publik terhadap kualitas akademik prodi. “Semoga beliau terus mendampingi kami dalam meningkatkan pembelajaran dan riset,” tutup nya. 

Sementara itu, Karen, salah satu mahasiswi, menyebut pencapaian ini sangat membanggakan dan menginspirasi dirinya sebagai bagian dari program tersebut. “Komitmen beliau dalam pengembangan ilmu keagamaan membuat saya kagum,” ujarnya. 

Ia menambahkan, dirinya bersyukur bisa belajar di bawah kepemimpinan tokoh yang tidak hanya unggul secara intelektual, tapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai damai. “Keberhasilan ini menjadi dorongan moral untuk lebih serius dalam mengembangkan diri,” tuturnya. 

Karen juga menekankan, program studinya memiliki sumber daya yang kompeten. “Capaian beliau memperkuat posisi prodi sebagai kajian agama yang kontekstual,” katanya. 

Dengan penuh harap, ia menyampaikan impian terhadap perkembangan prodi ke depan. “Semoga studi agama-agama menjadi pusat kajian keagamaan sosial di Indonesia dan global,” ucapnya. 

Menurutnya, prodi ini perlu menjadi tempat yang melahirkan lulusan peka terhadap keberagaman dan perdamaian. “Kami ingin menjadi agen perubahan yang mengedepankan toleransi,” tutupnya. (ver)

Wartawan: Zahra Mustika (Mg), Harvizaq Rafkhi (Mg), Faiza Septiani Putri (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Titik 12 Jarum Jam

Next Post

Mahasiswa Prodi SAA Rayakan Keberhasilan Dekan FUSA

Related Posts