Nestapa Cinta

Ilustrasi: Nadia/suarakampus.com

Oleh: Miftahul Rahman

(Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang)


Ku tanak segumpal harapan
Ku hangatkan air disela-sela kelopak mata
Berharap ku tak lagi kelaparan
Suguh sayang, itu hanyalah sebuah harapan

Ku basuh luka dengan setetes air mata
Bergemuruh hati dan jiwa
Gapura jiwa runtuh seketika
Kala bersenandung irama cinta

Gemerlap malam tanpa selamat malam
Mentari pagi tanpa selamat siang
Begitu heningkah kesunyian?

Kuas ku menari-nari di kertas suci
Melukis syair-syair menusuk hati
Duhai hati janganlah engkau merintih
Bukankah itu bukti dari kasih

Seiba, 11 Mei 2023

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Memperingati Harlah Pancasila, WR I: Pentingnya Berjiwa Inklusif

Next Post

Resmi Kukuhkan 29 Wisudawan, UKM KSI Ulul Albab Adakan Syukuran

Related Posts

Senja Kala Itu

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre Raga ini terduduk di bawah rayuan sinar jingga kemerahanJauh di ujung laut…
Selengkapnya
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty