Oleh : Lina Indriani
(Mahasiswi Pendidikan Agama Islam)
Di kota yang tidak menungguku
aku belajar membaca tanda
dari balik ruang
pintu-pintu yang menutup diri
Ada musim
ketika nama sendiri
terasa asing di lidah
dan arah menjadi sesuatu
yang harus ditebak
Aku menyimpan hari
di saku-saku kecil
menyusunnya rapi
agar tidak jatuh
di tengah jalan
Malam mengajari
cara duduk bersama cahaya
tanpa suara
tanpa saksi
Lalu suatu urusan remeh
menghentikan langkah
seperti hujan
yang lupa izin
Orang-orang pandai
merawat jarak
mereka menyebutnya waktu
Seseorang datang
tanpa isyarat
tidak membawa peta
tidak bertanya tujuan
Ia hanya berdiri
cukup dekat
untuk membuat dunia
tidak terlalu luas
Sejak itu
doa tidak lagi dipanggil
ia berjalan sendiri
mencari waktunya
Ketika tubuhnya goyah
aku tinggal
seperti kursi
yang tidak tahu
cara pergi
Kami tidak menyebut apa pun
namun pagi
lebih mudah dipercaya
Hidup tidak berubah
ia hanya berhenti
menjadi terlalu berat