Pedagang Sekitar Kampus UIN IB Kampus 3 Padang Keluhkan Sepi Usaha

(Sumber: Elsya/Suarakampus.com)

Suarakampus.com– Sejumlah pedagang di sekitar Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mengalami penurunan pendapatan signifikan setelah aktivitas perkuliahan dialihkan menjadi daring menyusul bencana longsor. Kebijakan yang diterapkan untuk alasan keamanan tersebut telah memengaruhi kondisi ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat, Sabtu (13/12).

Pedagang Ayam Barasok di Kantin Atas Langit, Ibu Nana, mengungkapkan usahanya harus dinonaktifkan pasca-terjadinya longsor di sekitar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). “Usaha dinonaktifkan karena kebijakan kampus untuk menjaga keamanan,” ungkapnya.

Ibu Nana mengakui, pihak kampus telah memberikan dukungan dengan menyediakan tempat berjualan, meski kini ia beralih berjualan dari rumah. “Saya memanfaatkan layanan pesan antar daring seperti GoFood dan Gojek,” ungkapnya.

Pedagang tersebut berharap sesama pelaku UMKM dapat bersabar menunggu pemulihan aktivitas kampus pasca-Lebaran. “Aktivitas kampus dan perkuliahan diharapkan kembali luring setelah Lebaran,” harapnya.

Salah seorang Karyawan Warung Makan Lanusa, Agus, mengonfirmasi kondisi warungnya yang kini sepi akibat kebijakan kuliah online. “Lanusa yang biasanya ramai menjadi relatif sepi pada jam-jam tertentu,” katanya.

Agus menjelaskan, kondisi sepi telah berlangsung selama dua minggu terakhir karena mahasiswa banyak yang pulang kampung. “Omzet menurun karena target utama kami adalah mahasiswa,” jelasnya.

Karyawan tersebut mengakui adanya dampak positif berupa pengurangan biaya bahan masakan, namun dampak negatifnya lebih dominan. “Dampak negatifnya adalah pengurangan gaji karyawan,” jelasnya.

Salah satu Karyawan Fotokopi, Rifani, mengatakan usahanya juga ikut terdampak sepi pascabencana. “Dampak bencana membuat usaha fotokopi menjadi sepi,” katanya.

Rifani menambahkan, motivasinya tetap membuka usaha adalah untuk memastikan masih ada pemasukan meskipun kecil. “Lebih baik masih ada satu atau dua orang yang masuk uangnya,” tambahnya.

Karyawan fotokopi itu mengungkapkan, penurunan pengunjung telah memengaruhi pemasukan harian secara drastis. “Pemasukan paling kecil hanya sekitar Rp10.000 per hari,” ujarnya.

Ketiga pedagang tersebut berharap pihak kampus dapat segera memulihkan aktivitas perkuliahan normal. “Harapannya agar roda perekonomian para pedagang tetap berputar,” harapnya. (ver)

Wartawan: Elsya Utari (Mg), Sofia Aulia (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Kopri Kota Padang Salurkan 2.000 Bibit Pohon untuk Pulihkan Lingkungan

Next Post

Akhiri Kepengurusan Periode 2025, HMP Studi Agama-Agama Adakan Mukosma

Related Posts