Suarakampus.com– Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri) Kota Padang mengalokasikan 2.000 bibit pohon untuk program rehabilitasi lingkungan di tiga lokasi terdampak bencana di Sumatra Barat. Bibit yang didukung Kementerian Kehutanan tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Padang Pariaman, UIN Imam Bonjol Padang, dan permukiman warga Kota Padang, Jumat (12/12).
Ketua Kopri PC PMII Kota Padang, Novita Hidayani mengatakan, distribusi bibit ini adalah bentuk konkret kepedulian organisasinya dalam merawat lingkungan dan alam. “Kami ingin menyuarakan bahwa menjaga alam berarti menjaga perempuan,” katanya.
Novita Hidayani menjelaskan, sebanyak 1.000 bibit pertama akan didistribusikan di Kabupaten Padang Pariaman melalui gerakan simbolis. “Kami mengalokasikan 1.000 bibit dengan gerakan satu kata, satu pohon,” jelasnya.
Ketua Kopri itu menambahkan, 500 bibit berikutnya akan ditanam di lingkungan Kampus UIN Imam Bonjol Padang sebagai wujud kepedulian terhadap almamater. “Satu pohon untuk menghijaukan kampus selamanya,” tambahnya.
Novita Hidayani menyebutkan, 500 bibit terakhir akan dialokasikan untuk permukiman warga di Kota Padang dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami akan bekerja sama dengan pemuda dan aliansi peduli lingkungan lainnya,” katanya.
Ia menegaskan, bibit pohon tersebut merupakan bantuan langsung dari Kementerian Kehutanan kepada Pengurus Besar Kopri PMII. “Bibit ini disediakan langsung oleh Kementerian Kehutanan untuk didistribusikan,” ujarnya.
Novita Hidayani menambahkan, teknis pendistribusian akan melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat, Badan Lingkungan Hidup, dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. “Kami akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait,” tambahnya.
Untuk Padang Pariaman, jenis bibit yang akan disalurkan adalah bibit pohon buah-buahan sebagai investasi ekonomi jangka panjang. “Jenisnya seperti matoa, durian, manggis, dan buah lainnya,” terangnya.
Sementara untuk kampus dan permukiman di Kota Padang, jenis pohon akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat. “Pohon akan disesuaikan dengan lingkungan hutan kota dan masyarakat,” sambungnya.
Novita Hidayani menyatakan, kegiatan ini murni inisiatif Kopri dalam rangka memperingati Hari Lahirnya yang ke-58. “Kami akan merangkul komunitas alam, pemuda, dan mahasiswa dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.
Aksi penghijauan ini merupakan respons terhadap bencana alam yang baru saja melanda Sumatra Barat. “Kami sepakat, kelompok paling rentan terdampak bencana adalah perempuan dan anak,” tegasnya.
Novita Hidayani berharap, penanaman pohon ini tidak hanya bersifat seremonial melainkan menjadi investasi berkelanjutan untuk alam. “Semoga ini menjadi program berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” harapnya. (ver)
Wartawan: Lina Indriani (Mg)