Suarakampus.com –Pelantikan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Imam Bonjol Padang periode 2025 resmi digelar, namun acara tersebut menuai catatan kritis dari Sekretaris Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U), Habil Mustasi. Ia menilai pelantikan kali ini kurang maksimal dari segi konsep dan esensi, Selasa (01/07).
Seketaris SEMA-U, Habil mengatakan, pelantikan tadi terkesan formalitas tidak sebanding dengan konsep pelantikan ormawa sebelumnya. “Kalau dibilang baik, namun belum sepenuhnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan, meski fungsi pengawasan SEMA-U belum sepenuhnya dijalankan, namun ke depannya akan memperkuat koordinasi dengan DEMA-U. Hal ini dianggap penting mengingat pelantikan baru dilaksanakan setelah lebih dari enam bulan masa kepengurusan ormawa berjalan.
“Kami akan berupaya melakukan koordinasi secara penuh. Ke depannya harus ada gerak bersama antara SEMA dan DEMA demi memperbaiki sistem ormawa dan alur kemahasiswaan,” tegasnya.
Terkait tindak lanjut pasca pelantikan, Habil menyebut, pihaknya tidak menggunakan istilah evaluasi secara formal, namun akan segera menjalin komunikasi dengan DEMA-U. “Langkah awal yang akan kami ambil adalah berkoordinasi, membahas kekurangan dari sisi ormawa,” lanjutnya.
Ia berharap, SEMA dan DEMA bisa fokus menyelesaikan program strategis dan bergerak bersama demi kemajuan kelembagaan mahasiswa. “Pentingnya optimalisasi waktu yang tersisa dalam periode kepengurusan ini,” tutupnya. (Red)
Wartawan : Irfan Habib (Mg), Nadia Defri Andr (Mg).