Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang naik 189 peringkat dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, Minggu (27/9).
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram uinimambonjolpadang, UIN IB naik dari peringkat 724 menjadi 535 dunia pada 2026. Sementara di tingkat nasional, peringkat UIN IB meningkat dari 73 menjadi 67.
Rektor UIN IB, Martin Kustati mengatakan, keikutsertaan kampus pada 2025 menjadi faktor pendukung dalam kenaikan peringkat.
“Persiapan data yang lebih sistematis, serta program fisik berkelanjutan turut dilakukan pada 2026,” katanya.
Evaluasi Tahun Pertama dan Pembenahan Data
Martin mengungkapkan, pengalaman mengikuti UI GreenMetric pada 2025 menjadi bahan evaluasi untuk pemeringkatan tahun 2026.
“Pada keikutsertaan perdana, UIN IB menempati peringkat 724 dunia, 426 Asia, 73 nasional, dan delapan di lingkungan PTKIN,” ungkapnya.
Baginya, pengalaman dari tahun perdana menjadi bahan evaluasi, sehingga data dan dokumen pendukung 2026 lebih lengkap dan lebih tepat sasaran.
UIN IB juga melakukan penyusunan dan penelaahan draf pemeringkatan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, UI GreenMetric, dan Time Higher Education (THE ) pada 15–18 Juni 2026.
“Kegiatan melibatkan 45 peserta dari unsur pimpinan, LPM, kepala pusat, task force SDGs, tim UI GreenMetric, serta unit penyedia data,” imbuhnya.
Selain pembenahan data, Martin menyebut program fisik seperti energi terbarukan, penambahan ruang hijau, dan penanaman pohon turut mendorong capaian UIN IB. Pada 2026, UIN IB memperoleh skor 6.857,5.
Tujuh Indikator Jadi Perhatian UIN IB
Martin menjelaskan, UI GreenMetric 2026 menilai tujuh kriteria, yakni penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan manajemen.
“Ketujuh kriteria menjadi perhatian UIN IB melalui kebijakan, program, dan praktik kelembagaan,” jelasnya.
Saat diwawancarai suarakampus.com, Martin mengaku, penghijauan dilakukan melalui penambahan kawasan hijau dan penanaman pohon bersama Polda Sumatera Barat.
“UIN IB juga bekerja sama dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk penghijauan Kampus III,” ujarnya.
Penghijauan Kampus III diarahkan pada kawasan belakang Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) yang memiliki area lereng dekat aliran sungai. Program meliputi penanaman rumpun bambu dan pohon produktif.
Pengelolaan ruang hijau UIN IB juga memperoleh tiga TREES Rating Certificate. Penilaian mencakup pengembangan kawasan hijau, keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah dan air, serta integrasi aspek lingkungan dalam tata kelola kampus.
Energi dan Sampah Masih Perlu Diperkuat
Meski demikian, pimpinan UIN IB menuturkan, aspek energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, transportasi serta digitalisasi data masih perlu diperkuat.
Kondisi geografis Kampus III yang berada di kawasan perbukitan juga menjadi salah satu tantangan. Penanaman bambu dan pohon produktif di kawasan lereng dilakukan sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian, UIN IB akan melanjutkan workshop penyusunan data tahunan, penguatan tim GreenMetric dan task force SDGs, serta memperluas kerja sama.
“Langkah lanjutan yang wajar adalah menjadikan pengumpulan data sebagai kegiatan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang tenggat,” tuturnya.
Martin berharap civitas akademika ikut mendukung pengembangan kampus berkelanjutan melalui penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah, riset dan pengabdian bertema lingkungan, serta menjaga pohon yang telah ditanam. (Raf)
Wartawan : Lusi Wahyuni (Mg)