Oleh: Nanang Sanjaya
(Mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
Detik merambat di ujung malam
menggeser sepi dengan napas pelan
Jarum jam berganti peran
berbisik lirih: “Waktu tak pernah diam.”
Gelap perlahan luruh di jendela
tergantikan cahaya yang ragu-kira datang
Hari kemarin tinggal cerita
terselip dalam denyut kenangan
Jam tak menunggu kata maaf
tak peduli pada yang tersisa
Ia hanya terus melangkah
dengan wajah dingin, tanpa kompromi
Dan kita
hanya penumpang dalam putarannya
Berbisik harap pada setiap pergantian:
“Bawalah kabar yang baru bersemi.”